Kopi Manis Cewek Hedonist ???

Awas Kopi Pahit !!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

EDCOUSTIC-SENDIRI MENYEPI

Sendiri menyepi tenggelam dalam renungan

Ada apa aku ? Seakan ku jauh dari ketenangan

Perlahan ku cari

Mengapa diriku hampa

Mungkin ada salah

Mungkin ku tersesat

Mungkin dan mungkin lagi………..

Kerasnya music menghentak sang pagi

Pagi itu sedang asyik-asyiknya aku baca Koran yang sebenarnya kalo gak salah gak pernah di jual di kota tercintaku ini. Aku asyik membaca Koran dari kota seberang pulau sana, JAWA POS. “Remaja adalah surga kapitalisme”, begitu tulisan sebuah koran nasional asal negerinya Bonek (Jawa Pos 25/01/02).

Waduhhh…Lama banget tanggalnya.

“Emangnya ini tahun berapa cuy???“

“2011, baca koran tahun 2002.“, suara ghaib itu kembali muncul.

“Koran lama??? Ahhh biarin, yang penting gaya.”

Tersadarnya diriku ini akan pentingnya ilmu dan sumber informasi. Iseng-iseng mending aku baca aja koran jadul bin lawas bin kuno bin korok bin karatan bin lecek ini dengan penuh keyakinan.

“Wahhh…Gede juga ya tulisannya…“

Remaja adalah Surganya Kapitalisme (perhatian !!!! ada tulisan gede)Apanyaa yg Gede????)

Tanpa basa-basi lagi ku embat topik bacaan tersebut….Sambil-sambil ngayal kapan dapat jodoh yang sholehah nanti kelak(do not try this at home)

“Ehhhmmm….Keren juga nih bacaan…”

Kopi pahit yang Umi buat di meja tanpa sadar aku embat juga sampai abisss tak tersisa hingga tetes terakhir….

Setelah asyik ngebaca…..Aku baru sadar telah menelan pahit-pahit tuh kopi pahit tanpa ampun…

“Uaahhh..cuuuihhhh….Puahitt … tersiksa lidahku…. tapi nikmat.“

Namun tulisan yang di koran tersebut dapat menghilangkan kepahitan dalam diri ini. Pemikiranku seakan-akan dibawanya berkeliling dan bermain-main di angkasa, menjangkau-jangkau awan yang tak mungkin di sentuh. Malahan di sambar geledek plus energi listrik tekanan tinggi alias petir.

Tulisan-tulisan di koran tersebut makin membakar hati ini.

Betapa tidak???? Tersungging aku membacanya….Namun tetap Istiqamah untuk melanjutkan tuk membacanya.

Argument itu kayaknya sedikit ada benarnya, betapa tidak? Berdasarkan polling yang diadain oleh koran tersebut tentang budaya baca paramuda metropolis menunjukkan bahwa mereka lebih banyak ngabisin waktunya buat baca majalah macam Gadis, Aneka, Hai, Anita, Kawanku de el el. Padahal sebagai sobat muda muslim yang gaul and nggak kuper tentu udah pada tahu apa isi majalah-majalah itu. Tidak lain dan tidak bukan isinya ngajarin pada life style kapitalisme (baca : materialistik). Dan, lebih mengagetkan lagi, responden dari polling itu yang doyan baca-baca majalah 50 persen lebih kaum hawa alias wadhon yang tentunya kebanyakan juga muslimah.

”Hewhehehehe…..bangga juga diriku, sebagai remaja banyak gaya, aku lebih memilih baca Koran jadul bin lawas bin kuno bin korok bin karatan bin lecek yang udah nge bakar hatiku, apalagi kalau aku CeTul alias Cewek Tulen.

“ASYIKKKKK……”, histeris seorang remaja Cewek di bawah tiang listrik di depan rumahku yang sedang ngebaca majalah remaja,

Yaaaa…….. entahlah ku tak tau siapa namanya.

Nah, kesempatan kali ini, media yang kecil dan mungil tapi nggak kalah tenarnya dengan majalah Gadis, Aneka dll (PD aja lagiii) mao ngebahas gaya hidup cewek metropolis yang karena saking amburadulnya nggak bisa digambarin, gimana dan mau kemana tujuan atau jalan hidup mereka. OK simak aja tuturan berikut ini (awas yang cewek jangan panas ati, dulu!!)

Pola hidup materialistik udah nampak jelas dalam kehidupan kita sehari-hari. “Aroma” tersebut telah mewarnai kita (jadi bukan bocah TK aja yang mewarnai), mulai dari budaya baca, belanja, hiburan, makanan dan segala aksesorisnya. Buktinya, dari sumber yang sama, salah seorang ABG yang ditodong oleh wartawan koran tersebut berujar soal harga bacaan yang ia baca, “Isinya (majalah Gadis) benar-benar dedicated untuk cewek. Disana aku bisa melirik aneka tips kecantikan dan perawatan tubuh. Benar-benar paling top diantara yang pop! Apalagi Gadis kan murah, cuma delapan ribu perak” . Tuh gimana, Non, delapan ribu perak hanya untuk sebuah majalah yang ndidik kamu jadi manusia super ngawur. Untuk infaq bulletin Islami yang murah yang harganya Cuma 500 perak dan isinya berbobot, sulitnya minta ampun pakai minta diskon lagi. …..Waduhhhhh

Kita semua udah pada tau siapa sich sasaran dari pola hidup kapitalistik. Siapa yang sukanya shopping di mall apalagi pas ada diskon? Siapa yang maunya selalu merawat kecantikannya? Siapa sich yang senengnya ama perhiasan dan atributnya? and siapa sich yang demen ama pria-pria ganteng macam Justin Bibir, boy band SM*SH, Ungu, Ariel Putarman(siapa entuh??), cowokl2 boyband Korea/Asia Timur atau Yanto (sopo Yanto ?),

“Siapa lagi kalo’ bukan girls alias remaja putri.”

Ya, memang begitulah kondisi remaja putri kita pada umumnya sekarang ini. Going to mall everytime. Walaupun tidak semua, gaya hidup ini kerap menjadi ciri khas kaum hawa. Tapi nggak terlalu salah, kalo kemudian kita bisa liat fakta adanya kontes Gadis Tiara Sunsilk, Gadis Sampul, Miss Universe, Duta Besar Kecantikan,atau Ratu Bibir Lima Centi ke depan(apaaa lagi tuh??) ….

Itu semuanya khan pakai idiom perempuan, masak ada kontes Ratu Kecantikan pesertanya laki, khan lucu?? kecuali Azis Gagap atau Sule yang kebetulan nylonong ngedaftar jadi Ratu Kecantikan (haaaaa). Hampir bisa dipastikan, kaum wanita baik dari yang borju maupun yang ELIT alias Ekonomi suLIT semuanya menggandrungi hedonisme. Buat yang borju, It’s doesn’t matter about the money. Tapi buat orang elit, bisa berabe tuh kalo kebiasaannya beginian, bukan hanya butuh satu duit, dua duit, atau tiga duit tapi berduit duit. Bisa-bisa… saking pengennya punya barang bermerk (mulai dari kwaci hingga helikopter punya merk), mereka rela menjual diri. Ihh…Naudzubillah,. Danger buanget khan!!!!.

Mengapa Harus Cewek???

Sebelum mencari tahu kenapa. Kayaknya lebih sreg kalo kamu tahu definisi hedonis. Nih, catet ya!

Hedonist itu adalah orang yang menanamkan pola hidup hedonisme (menghambakan materi).

Dalam hal ini, materi menjadi tolak ukur kesuksesan dan tujuan hidup, saudara kembarnya adalah materialis (komersil) dan kapitalisme. Nah, sebetulnya -isme-isme ini bisa “menclok” pada wanita maupun laki-laki. Namun dunia perempuan adalah ladang kapitalisme paling sukses. Betul memang wanita cenderung boros, gimana nggak setiap hari selalu ada baju-baju model terbaru. Nggak beli? Gengsi atuh!, ketinggalan zaman donk!. Tapi kalo lelaki, mana ada celana yang lubangnya tiga atau berenda, kecuali barusan jatuh atau badut (bukannya mbela’in laki-laki karena sejenis ama yang nulis).

Karena kompleksnya kebutuhan wanita, sudah suatu hal yang mustahal (heeh, kebalik ya?) bahwa wanita memang cenderung ingin membuat dirinya tampil indah, cantik dan menarik (Ehmm…).

Alangkah benarnya ketika Allah ber-Firman

“Tuhan menjadikan manusia itu berkeinginan/senang terhadap wanita, anak pinak, kekayaan yang melimpah ruah dari emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang” (TQS. ali Imron 14)

Tetapi yang menyebabkan cewek menjadi hedonist, matre’ adalah karena naluri (gharizatul baqa) ini selalu dirangsang tiada henti, baik melalui tawaran iklan yang menggiurkan maupun sinetron yang selalu menampilkan gaya hidup mewah yang menjadi keharusan untuk ditiru. Ditambah keimanan yang mudah terkikis karena minimnya tsaqofah (pemahaman) Islam, ya, wajar saja kalo pemuasan naluri ini seakan tak ada habis-habisnya bahkan menjadi suatu kewajaran. Satu lagi sebabnya dapat ditebak. Jaga gengsi!!. (Ngaku aja deh!). bahkan kalo sempet beli mobil, mau ditaruh diatas kepalanya ‘ama dikasih tanda panah, supaya bisa nunjukin, “Nih Gua bisa beli mobil”!!!

Islam, How To Do It?

Islam telah mengupas habis dan mengantisipasi masalah ini jauh-jauh hari sebelum ada mall-mall dan plaza-plaza di muka bumi ini. Tabdzir atawa boros telah disinggung Allah dalam firmanNya :

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara tabdzir (boros).Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syaitan” (TQS al-Isra 26-27).

Dan dilengkapi juga dengan firman Allah yang lain :

“Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas (musrifin); yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan” (TQS asy-Syu’ra 159-152)

Islam mengajarkan pada umatnya untuk hidup sederhana dan tidak bermegah-megahan. Baginda Rasulullah sendiri bukan orang yang kaya raya harta bendanya. Padahal beliau seorang pemimpin agung, yaitu pemimpin semesta alam (QS.al-Anbiya:107). Da’wahnya menyebarkan Islam meraih kesuksesan yang gemilang. Islam tetap eksis sampai saat ini walau sekarang sedang mengalami keterpurukan.

Dalam perjalanan hidup beliau, banyak yang patut diteladani. Sekalipun dalam keadaan serba kekurangan dan memprihatinkan, istri-istri beliau tak pernah mencaci dan mengumpat. Di antara bukti kemuliaan dan kehormatan mereka (istri-istri nabi), maka mereka memilih Allah dan Rasulnya. Tak seorangpun di antara mereka yang berpaling kepada keduniaan. Dan di antara kehormatan dan kemuliaan seorang muslimah adalah berusaha menjadi muslimah sejati. Yang mentaati seruan sang Illahi. Mampu memberikan figure wanita Islam yang dapat dibanggakan zaman seperti yang dicontohkan istri-istri nabi.

Dalam Islam, etika seorang wanita pun telah digariskan secara jelas (lihat QS. Annur 31, al Ahzab 59) Misalnya Firman-Nya ;

“Tinggallah di rumahmu dan janganlah kamu berdandan seperti wanita-wanita di zaman Jahiliyah” (TQS. al-Ahzab 33)

atau Hadits Rasulullah SAW yang artinya :

“Seorang wanita yang memakai minyak wangi lalu keluar di tengah kaum dengan maksud agar mereka menghirup bau harumnya, maka wanita itu adalah pelacur” (HR. Annasa’i).

Semua ayat dan hadits diatas secara pasti menujukkan betapa kehidupan atau pergaulan seorang wanita muslimah sangat wanti-wanti serta hati-hati. Maksudnya, seorang wanita yang menghabiskan waktunya di luar rumah dengan aktivitas yang tiada guna seperti jajan di mall, ajojing dan seambreg aktivitas yang menguras duit yang tidak sedikit itu adalah dilarang dalam Islam.

Nah, sekarang supaya kamu bisa kayak istri-istri nabi.

“WADUHHHHH………..Jadul amat..”, lagi seorang cewek item manis histeris di bawah pohon cabe di samping halaman rumahku.

Tenang dulu…..Emangnya kamu mau jadi pelaku JAHILIYYAH MODERN ???

Denger dulu ceritaku…

Kamu kudu ilangin dulu dong! budaya sophaholicnya alias suka jajan. Caranya mudah kok. Pertama, sebagai langkah awal harus dipahami bahwa kesuksesan seseorang bukan dari materi, tapi dari iman dan taqwa; Kedua, tanamkan bahwa syurga itu bisa diperoleh dari ibadah yang benar dan ikhlas bukan setumpuk harta; Ketiga, bedakan antara kebutuhan dengan keinginan serta kendalikan nafsu jajan kamu dengan tidak membeli barang yang tidak benar-benar kamu butuhkan; Keempat, buatlah aulawiyat (skala prioritas) guna menentukan mana yang harus dibeli dan mana yang bisa ditangguhkan untuk dibeli; Kelima, hindari perangsang naluri dengan tidak sering nonton iklan atau sinetron yang berbau hedonist;. Keenam, buat daftar barang yang mau dibeli sebelon berbelanja untuk menghindari pemborosan atau salah beli; Ketujuh, tingkatkan lagi tsaqofah Islam kamu, supaya borosnya kamu hanya untuk di jalan Allah. Siip… Khan!!.

Warning To Muslimah

Saudariku, wanita muslimah. Kepribadian sejati sebenarnya muncul bukan karena kalian mampu memiliki mobil pribadi, rumah pribadi, dan barang-barang pribadi. Namun kepribadian akan nampak ketika kita memiliki pola pikir (Aqliyah) yaitu cara untuk menyelesaikan berbagai masalah dan pola sikap (Nafsiyah) yaitu tingkah laku yang sesuai dengan standar keimanan seorang muslimah.

Saudariku, para wanita muslimah, kalian kelak akan menjadi seorang ibu dari anak-anak kalian, bagaimana kalian akan mengharapkan atau melahirkan seorang anak yang shalih dan shalihah seperti doa dalam surat al-A’raf 189 :

“Jika sekiranya, Engkau menganugrahkan kepada kami anak yang sholeh, maka kami sangat bersyukur kepada-Mu.”

Apabila tingkah laku kamu menjadi cewek hedonist tidak segera kamu perbaiki, yang lahir nantinya bukan anak-anak yang sholeh dan shalihah, tapi anak-anak yang haus dan memuja materi, bahkan hidupnya hanya dihabiskan untuk materi saja, mikirkan Islam kalo sempat aja alias MM (Males Mikir).

Saudariku, para wanita muslimah, apakah kalian tidak ingat? Sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa penghuni neraka adalah kebanyakan dari golongan wanita :

“Diperlihatkan kepadaku Neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita, Para Sahabat bertanya “Apakah mereka kufur terhadap Allah?” Nabi menjawab “Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan” (HR. Bukhori)

Maka dari itu wahai Saudariku, gunakanlah waktumu dengan baik dan benar, jangan gunakan masa mudamu hanya untuk menikmati dunia yang memang menggiurkanmu, tapi prioritaskan pada amalan atau aktivitas yang bisa menghantarkan pada Ridhlo Allah.

Saudariku, para wanita muslimah, Rasulullah juga pernah bersabda dalam sebuah Hadits shahih yang diriwayatkan Bukhori-Muslim

“Tiada aku menginggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan seorang wanita” (HR. Muttafaqun alaihi)

Wanita muslimah yang tidak menjadi bahan fitrnah bagi laki-laki adalah mereka yang bisa menjaga pergaulannya dalam kehidupan sehari-hari, mengenakan pakaian yang seharusnya dikenakan oleh seorang muslimah dan tidak memamerkan perhiasannya kecuali kepada para suami dan mahram-nya.

Saudariku, para wanita muslimah. Naluriah seorang wanita memang tertarik kepada lawan jenis atau demikian sebaliknya, tapi wanita yang pandai dan cerdas bukanlah wanita yang pandai menggoda lawan jenisnya seperti yang dilakukan oleh Zulaikha kepada Nabi Yusuf AS (Nabi yang paling tampan), sampai akhirnya Nabi Yusuf bermunajat kepada Allah :

“Ya Allah, Aku lebih suka dipenjara daripada aku harus melakukan ajakan (berzina) dengan mereka. Dan sekirannya tidak Engkau hindarkan diriku dari jeratan mereka, tentu aku akan terpikat oleh cumbu rayunya dan pastilah aku termasuk orang yang bodoh” (TQS. Yusuf 33).

Tapi wanita muslimah yang pandai adalah yang senantiasa menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita dengan menjaga pandangannya terhadap lawan jenisnya (Ojo nangis yoo….Jeng).

Tidak ada kata terlambat untuk menjadi seorang wanita muslimah, selama kita (Upss… -anda-) punya kemauan untuk kesana (QS. ar-Ra’ad 11). Dan menjadi wanita muslimah bukan dominasi dari mereka-mereka yang udah berjilbab, aktifis KSI, aktif di pengajian saja. Tapi bagi kamu semua cewek yang masih punya KTP muslim alias Iman dalam hati, bisa menjadi wanita muslimah kayak mereka yang sudah lebih duluan menjadi wanita muslimah. SO, menjadi wanita muslimah, Siapa Takut???

“Ueeehhh…Ganteng…….Kamu kan nulis karangan ini, judulnya kan “Awas, Kopi Pahit (only 4 girl). Apa maksudnya ???” seorang makhluk jadi-jadian berjenis kelamin tak menentu dari seberang sana teriak histeris….

Dengan gagah beraninya diriku menajawab…

“Hanya aku, cowok muslim, cewek muslimah, dan Allah SWT yang tahu jawabannya.”

(najmialghifary.wordpress.com)

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on February 13, 2011, in Tulisan. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: