Sebuah Keyakinan Akan Janji Allah

NARASI PEMBUKAAN

1400 tahun yang lalu, Allah pernah berfirman kepada kaum muslim, dengan suatu firman yang sangat istimewa

firman yang kelak akan menyemangati kaum muslim dan membentuk takdir mereka

وَأُخْرَى لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا

وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain

(atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya

yang sungguh Allah telah menentukan-Nya.

dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu

ayat ini menjadi sebuah janji dari sang mahakuasa terhadap kaum muslim seluruhnya

dan menjadi sebuah energi yang tidak terbatas pada diri kaum muslim dalam menyebarkan cahaya rahmat ke seluruh alam

bulan syawal tahun kelima hijriyah, kaum muslim mendapatkan cobaan yang sangat berat

10.000 pasukan dibawah komando kafir quraisy maju ke madinah dengan satu tujuan: memadamkan cahaya Allah

dalam kondisi genting, rasulullah mengumpulkan para shahabat dan memberitakan mereka tentang serangan gabungan ini

berucaplah salman al-farisi “ya Rasulullah, di persia kami biasa menggunakan strategi khandaq atau parit untuk melawan musuh yang lebih banyak dari kami”

usul itu pun disetujui rasulullah, yang segera keluar bersama para shahabat semuanya untuk menggali parit mengelilingi madinah sejauh 8 km.

ditengah penggalian, salman menemukan ada satu batu besar yang tak dapat dipecahkannya, kemudian Rasulullah dengan pemukul batu di tangannya memukul batu itu.

pukulan pertama, terlihat sinar memancar, batu itu tidak bergeming

pukulan kedua, sinar kedua pun terlihat, tidak ada perubahan pada batu itu

bersamaan dengan kilatan pukulan ketiga, hancur berantakanlah batu itu.

(SLIDE 2)

berkatalah salman “wahai Rasulullah, sinar apakah yang kulihat tatkala engkau menghantam batu itu?”

Rasul menjawab:

“sinar pertama, dengannya Allah akan menaklukkan Yaman untukku

sinar kedua, dengannya Allah akan menaklukkan Syam dan negeri (sebelah barat) untukku

sinar yang ketiga, dengannya Allah akan menaklukkan negeri (sebelah timur) untukku”

(SLIDE 3)

711 masehi, 12.000 pasukan muslim nan gagah berani berlepas dari Afrika Utara menuju suatu daratan yang menanti pembebasan Islam, yang dijanjikan akan dibebaskan

(SLIDE 4)

panglima perangnya tak henti-hentinya menyemangati para pasukan untuk berjihad, dan mereka melewati sebuah batu karang besar yang kelak akan dinamai sesuai dengan kehebatan nama panglima perang tersebut

(SLIDE 5)

tetapi setelah mereka mendarat, sang panglima perang memerintahkan sesuatu diluar akal manusia normal

ia memerintahkan agar semua kapal yang membawa pasukannya agar dibakar

lalu berkata lantang ditengah kobaran api:

“lautan ada dibelakang kalian, sedangkan musuh ada di depan kalian

dan tidak ada yang tertinggal pada diri kalian kecuali kebenaran dan kesabaran”

(SLIDE 6)

dengan takbir dan tahlil, pasukan kaum muslim bertempur membebaskan benua itu

(SLIDE 7)

dan akhirnya andalusia: spanyol, cordoba, dan daratan itu terang dengan cahaya Islam.

nama panglima itu adalah thariq bin ziyad, dan ia telah membuktikan kebenaran ucapan rasulullah.

(SLIDE 8)

dalam kesempatan lain rasulullah bersabda:

“ya Allah, kabulkanlah doa Sa’ad dan tepatkanlah lemparan panahnya”

(SLIDE 9)

634 masehi, kaum muslim dalam pimpinan khalid bin walid telah menaklukan sebagian persia bagian barat,

dan sa’ad bin abi waqqash memimpin pasukan untuk menaklukan bagian timurnya.

di sebelah timur terdapat ibukota Persia al-Madain, yang konon di dalamnya pernah dibuat menara gantung babilonia

(SLIDE 10)

namun pasukan musluh telah kabur lari menyeberangi sungai tigris yang memisahkan persia barat dan timurnya serta mengejek kaum muslim dari seberang sungai karena mereka telah membawa semua perahunya

sa’ad pun berkhutbah didepan kaum muslim: “Mereka mengira bahwasanya sungai ini menghalangi kalian dari mereka, siapa diantara kalian yang mau menyeberangi sungai ini?, karena aku bermimpi pasukan kalian dapat berjalan diatas air!”.

ashim bin amru at-tamimi segera menjawab dengan 600 pasukan khususnya.

sebelum mereka menyeberang, Sa’ad mendoakan mereka:

نَسْتَعِيْنُ بِاللهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ، حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ، وَاللهِ لَيَنْصُرَنَّ اللهُ وَلِيَّهُ وَلَيُظْهِرَنَّ دِيْنَهُ وَلَيُهْزِمَنَّ عَدُوَّهُ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

dari Allah kami mencari pertolongan, dan hanya kepada-Nya kami bergantung.

Allah adalah pelindung dan pemelihara kami.

demi Allah!, Dia pasti akan menolong hamba-Nya, Dia pasti akan menampakkan agamanya

dan Dia pasti akan menghinakan musuh-musuh Nya

tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah! Yang Maha Kuasa dan Maha Besar

(SLIDE 11)

demi Allah, pada saat itu kaum persia menyaksikan sesuatu diluar akal mereka.

300 pasukan berkuda melewati sungaI Tigris tanpa bantuan apapun

kaki kuda mereka berlari diatas air bagaikan daratan

tunggang langgang pasukan persia, sebagian mereka dipanah, sebagian ditombak

pada hari itu, al-madaain, ctesiphon yang merupakan simbol puncak peradaban dunia dibebaskan Islam.

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on April 19, 2011, in Kacang Goreng. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: