El Takuto Uno_Fear to Allah_

Pada suatu saat pada masa yang ditentukan-Nya,nikmat dan rahmat ditarik,keberadaan kita di duniapun berubah seketika menjadi sebuah film rekayasa,kehidupanpun bagai fatamorgana.

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia”.(Maryam :35)

“….Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit….”(Al Maidah : 44)

“Takut” satu kata yang memiliki banyak fenomena,mungkin bagi kamu pernah mendengar atau mungkin merasakannya ? atau barangkali sekarang kamu merasa takut.Wah ? Kenapa mesti takut ? wong yang nulis tampan kok ? haha..

Menurut buku yang saya baca,rasa takut itu suatu senjata yang dipergunakan musuh untuk melawan kamu.Lalu,bagaimana jika rasa takut itu menghampiri ? bagaimana jika rasa takut tersebut sudah dapat menguasai diri,dan semangat perlawanan akan ketakutan perlahan berakhir ? Rasa ketakutan seseorang terhadap sesuatu saja sudah dapat membuat batin hancur,lalu bagaimana meraih kemenangan dengan jiwa yang hancur setelah rasa takut tersebut singgah ?

Seorang muslim yang beriman sedang di berada dalam sebuah problema,dalam dirinya pasti memiliki rasa takut,meskipun begitu ia akan berusaha keras untuk melawan rasa takut tersebut,mengatasi problema dan ia percaya Allah Taala memandang sebuah rasa takut yang tidak beralasan bertentangan dengan keimanan,sedangkan syarat keimanan adalah ‘Keberanian”

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.(Ali imran 175)

Takut ? lagi lagi takut ? karena alasan dunia ? mengapa harus dunia,rasa takut adakalanya disebabkan oleh kecintaan seseorang terhadap sesuatu (yang lazim dan layak untuk di perbincangkan),semakin besar rasa cinta terhadap sesuatu tersebut,maka semakin besar rasa takutnya kehilangan.Karena mungkin mata hati sudah buta,tidak dapat membedakan mana yang disebut kebahagiaan dan kesenangan pada diri seseorang tersebut,yang di pandangnya hanyalah sesuatu yang ia dapat itu lah yang dapat membahagiakannya.Tapi coba aja deh,bandingkan sama seorang mukmin yang lebih mencintai akhirat dari pada dunia ? kesenangannya pada dunia hampir tidak terlihat bung ! itu karena apa ? karena ia memiliki rasa takut.Hei ? bukannya rasa takut bertentangan dengan iman ? bukan yang ini bung ? Takut dengan alasan yang benar adalah takut terhadap Allah SWT.

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman”(At taubah : 13)

Selama dunia dan hawa nafsu menjadi pegangan,maka rasa takut akan muncul,so..masih tuh dua jadi pegangan ? Lets..

Bagaimana “takut terhadap Allah” tadi bung ?

¾ permukaan bumi kita terselimuti air ? bayangkan kalo dihitung pake ilmu matematika ya, 75 % ? 75 % banyak bukan ? dunia segini luas,terdiri dari lautan yang begitu dalamnya,next ? bagaimana bisa sekarang kita tidak tenggelam ? ya,itu kehendak Allah,itu kuasa-Nya

“Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan”.(Yasin : 43)

Tidak kah kamu takut bung ?

Takut pada Allah di maksudkan untuk melindungi,menjaga dan menyebarluaskan apa itu yang di sebut “Nilai-Nilai Ilahi”,menerapkannya,dan menanggung,menghadapi semua rintangan beserta resiko yang mungkin melintang di jalannya.Para Rasul dan para sahabat mereka yang Mujahid,mempertahankan rasa takut terhadap Allah dengan menawan,mereka berjuang demi kebenaran.

“Adapun orang orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak merasa takut kepada seorangpun selain Allah.Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.”(Al Ahzab 39).

Ya,rasa takut memang kecenderungan,jika tidak ada rasa takut,seseorang tidak akan menghindari diri dari bahaya karena itu Imam Ali berkata.”Man Khaa-fa,amina” siapa yang takut akan aman.Jika rasa takut tersebut bersifat positif,akan menempuh jalan keselamatan,tapi yang kini menjadi masalah bagaimana jika seseorang mengumbar rasa takut yang begitu berlebihan,akan berakibat berlawanan.

TKP…di sebuah acara televisi

“Baiklah,apakah ada dari penonton yang ingin menanyakan sesuatu ?”

(seorang remaja berusia 16 tahun mengangkat tangan) ya,baiklah yang disana itu,yang anak kecil itu..Apa dik yang mau kamu tanyakan ?

“Ehm Ehm,bagaimana pendapat kamu tentang takut terhadap kegagalan ?”

“Wow pertanyaanmu bagus sekali dik,dari wajahmu terlihat sangat muda,namun pemikiranmu lebih dewasa,ya,teruskan sajalah..”jadikan sikap dan pemikiranmu lebih dewasa daripada usiamu”

Kegagalan ? takut pada kegagalan ? why ? kenapa mesti takut ? pada dasarnya seseorang memiliki sebuah potensi yang luar binasa ups,maksudnya biasa,mungkin bisa diulang,PADA DASARNYA MANUSIA MEMILIKI POTENSI YANG LUAR BIASA.Eh,tulisannya ke gedean, Pada dasarnya manusia memiliki kemampuan dan potensi yang sungguh LUAR BIASA(ini baru bener),seseorang punya cita cita,seseorang mempunyai impian,tetapi dalam menggapai cita citanya tersebut,akan ada musuh musuhnya yaitu rintangan dan kesulitan,ketika seseorang mampu mengatasi rintangan tersebut,pada akhirnya dia akan berhasil menggapai cita citanya.Tapi ada kalanya juga seseorang yang sesudah melihat banyaknya rintangan membentang tersebut ia mundur ? mengapa ia mundur ? ia mundur bukan karena ia tidak memiliki potensi atau kemampuan,tapi,ia mundur karena ada suatu bisikan yang berkata “takut pada kegagalan”,dan pada akhirnya apa ? takut pada kegagalan ? ya,berakhir tragis,karena takut pada kegagalan itu lah,sebenarnya ia sudah gagal sebelum memulai langkahnya.

Kesimpulannya,semua orang memiliki potensi,memiliki cita cita,semua orang ingin menjadi orang yang hebat,diantara orang yang terhebat,tapi tidak semuanya dapat lepas dari jeratan takut kegagalan,ketakutan pada kegagalan merupakan sebuah rintangan kecil ? yang rintangan kecil ? mulai sekarang lepaskanlah ketakutan kamu , kamu adalah jiwa yang kuat,dan tidak dapat terkalahkan hanya dengan 5 huruf yaitu “T.A.K.U.T”.

Manusia,akan mengendalikan rasa takutnya,jangan bersikap pengecut. Betapa anehnya seseorang yang memfokuskan perhatiannya pada sebuah masalah kecil,sementara ada sebuah bahaya dahsyat yang menanti.

** lampu mati***

say no to LANJUTKAN KEDZALIMAN

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on April 20, 2011, in udahtaunanya. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: