“Semuanya Baik-Baik Saja”

Alkisah, di suatu kerajaan nan indah jauh di mata pada abad 21 yang terbungkus dengan keromantisan artistik bangunan dan segarnya udara perbukitan yang elok mengelilingi mewahnya istana kerajaan yang begitu terkunci rapat dan terlihat sunyi tanpa aktivitas. Tidak seperti halnya sebuah kerajaan yang sibuk mengurusi urusan dalam rumah tangganya serta mengatur masyarakat pada lumrahnya. Hiduplah seorang raja yang gagah nan tampan dengan perawakan kulit sawo matang, dengan badan tegap, senyum manis serta ikhlas dan selalu bersahaja pada rakyat serta bawahannya. Sang raja begitu dielu-elukan rakyatnya, apalagi yang cewek. Tapi dari sekian pemuja hati sang raja tak ada satupun yang dapat menghiasi hari-hari raja. Sudah lama sang raja menunggu pendamping hidup yang diidam-idamkan. Hari-harinya dihabiskan dengan menjomblo alias membujang, sang raja begitu resah dengan kondisi yang terus membujang yang tak kunjung dapat jodoh nan cantik jelita, shalehah, sakinah, mawaddah, warahmah (hah ??).

Tak berapa lama muncul lah penasehat setianya yang senantiasa menemani sang raja dalam pengembaraan hidup penJOMBLOannya.

“Ehhhh, lu penasehat kerajaan. Gue resah banget nih ?”, keluh Raja.

“Widihhhh, sejak kapan nih raja pke bahasa gaul ?”, sahut Penasehat.

“Eh, elu ya…gini-gini euyke mantan anak kolong jembatan lo ? Cupcai beuzdt ahh lu ???”, sahut Raja.

“Masya Allah, Raja. Istighfar …Istighfar. …aduh raja ALAY beud…”, sontak Penasehat.

Tak berapa lama muncul Menteri Pertahanan dan Keamanan Kerajaan.

“Lapor. Raja, telah berkumpul massa dari kalangan wanita; dari remaja, ibu-ibu PKK sampai-sampai nenek-nenek lanjut usia memenuhi pintu depan istana kerajaan.”, teriak sang Menteri.

“Eh, menteri sunat…gak tau abad lu…eh adab maksud gue. Kalo datang dan ketemu orang itu gak langsung main labrak aja. Ucapan salam dulu. Memangnya apa yang diinginkan para wanita tersebut ?”, sahut Raja dengan sedikit agak kesal.

“Gawat, Raja. Para remaja-remaja cwe, ibu-ibu PKK serta nenek-nenek lanjut usia ini beraksi di depan pintu istana dengan berbagai macam atribut. Ada yang bawa panci, kompor, tabung gas, minyak goreng, piring, sendok, garpu serta perlengkapan dapur lainnya.”, ucap Menteri agak ketakutan.

“Apa ???????”, Raja berteriak…..

Suasana istana memanas….Raja mulai marah dengan kejadian ini. Cerita pun mulai berjalan dengan serius, tak seperti di awal tadi.

“Apa yang mereka inginkan, wahai Menteri ?’, gumam Raja.

“Ini sangat berbahaya, Raja.”, sahut Menteri.

“Iya ? Saya tahu. Tapi apa yang mereka inginkan ?’, bentak Raja.

“Mereka berebut ingin foto bareng plus minta tanda tangan raja. Apabila ini terjadi, stabilitas dan kondisi kerajaan akan terganggu dan tidak kondusif. Ini sungguh sangat membahayakan sekali, wahai Raja.”, ucap Menteri.

Raja terlihat gusar dengan makin banyaknya para wanita yang berkumpul di depan istana. Raja marah dan mondar-mandir.

“Baiklah…Saya akan ambil keputusan. Panggil seluruh jajaran keistanaan dan menteri-menteri untuk berkumpul di ruang Rapat sekarang juga.”, perintah Raja kepada Menteri.

“Siap….. Raja !!!”, tegas Menteri.

Tak berapa lama, rapat pun di mulai. Sang Menteri HanKam di tugaskan menjadi moderator rapat mendadak tersebut.

“Assalamualaikum wr.wb. Sebelum kita memulai rapat. Marilah kita ucapkan ‘Basmalah’.”, ujar Menteri Hankam.

“Bismillahhirrahmanirrahim.”….basmalah menggema di ruang rapat.

“Baiklah, para jajaran serta menteri keistanaan yang saya hormati. Dalam kondisi terdesak seperti saat ini, Saya hanya ingin meminta pendapat anda sekalian, apa langkah yang kita mesti lakukan dalam menghadapi masalah ini ?”, ucap Raja.

“Saya punya ide cemerlang, Raja.”, ucap Penasehat.

“Aha….Saya punya ide, Raja. Bagaimana kalau Raja mengasingkan diri sementara waktu ke hutan di balik bukit sana.(sambil menunjuk ke arah jendela). Raja pasti akan selamat dari rongrongan para kaum wanita yang didominasi remaja tersebut.”, ucap Penasehat.

“Sesungguhnya. Aku sangat sedih wahai para jajaran keistanaan. Aku tak bisa melepas begitu saja kerinduan para remaja-remaja cewe, ibu-ibu, tante-tante, serta nenek-nenek tersebut. Mereka begitu luar biasa bagiku..hikz hikz hikz.”, ucap Raja sambil mengeluarkan air mata.

Suasana rapat menjadi sangat hening, semua larut dalam tangisan Raja yang membuat haru seluruh sidang rapat. Para menteri hanya bisa menunduk mendengarkan tangisan Raja.

“Aku paham. Pengembaraan jomblo ini harus ku lakukan demi kestabilitasan Kerajaan. Namun aku tak berani …euyke atut boo…”, ungkap Raja.

“Wuuhhh….”, sorak-sorai sidang rapat.

“Raja, anda adalah orang tertinggi di Kerajaan ini. Ini adalah sebuah keputusan besar yang anda harus lakukan. Tenang saja Raja, SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA.”, tegas Penasehat.

“Baiklah…Saya akan melakukannya. Menteri Perlengkapan, siapkan kuda untuk saya pergi menuju hutan ! Menteri Konsumsi, siapkan bahan makanan untuk saya selama pengembaraan saya di hutan !!!. ……….Rapat saya tutup !!! Terima kasih…”, kencang Raja.

Beberapa menit setelah rapat, Raja langsung tancap gas dengan kudanya menuju hutan. Raja hanya sendiri, beliau harus melakukan pengembaraan ini selama 3 hari sesuai saran dan nasehat dari Penasehatnya yang sekarang di amanatkan Raja untuk mengisi kekosongan kepemerintahan (istilahnya tuh Vacuum of Power lain vacuum cleaner pang).

Setelah 3 jam berkuda, akhirnya Raja sampai juga di hutan yang sarankan oleh Penasehatnya. Raja mendirikan kemah dan mengeluarkan seluruh isi bekalnya dan bersiap menyalakan api karna hari sudah mulai gelap.

“Iidiihh….serem beudz …euyke atut nih…mami papi …bantuin Raja nih.”, isak Raja.

Eweweeeeewwwwwwww. Raja yang aneh……

Malam makin larut, tiba-tiba segerombol pemburu memergoki kemah sang Raja di tengah hutan. Mereka adalah para pemburu jahat yang suka menyakiti hewan di hutan. Mungkin entah kenapa mereka menarik Raja dari kemah yang sedang tertidur. Mereka kira Raja adalah seekor monyet liar jenis baru yang bisa mendirikan kemah(malang beudz nasib Raja..hihihi). Raja terkejut dan hanya bisa ketakutan. Para pemburu memotong kedua jempol kaki Raja dan kedua jempol tangan Raja. Setelah itu para pemburu ini meninggalkan Raja yang terluka.

Dalam kondisi ini, Raja akhirnya menggunakan pilihan bantuan yang sudah disiapkan oleh Menteri HanKam apabila terjadi sesuatu dengan Raja di hutan.

“halo…Menteri HanKam, tolong saya. Saya mengalami luka berat.”, teriak Raja pada Blackberry-nya…

“iya..Raja, saya akan nge BBM seluruh pasukan agar menjemput Raja di hutan.”, balas Menteri HanKam.

“Ah,,,,update status dulu ah di twitter….”, gunjing Raja sambil memainkan Blackberry dengan senyum hinanya.

_@Raja: Euyke cupcay beudz nih di utan cendirian. RT@MenteriHanKamcellaluingindimanja: Tunggu ya Raja, bantuan segera datang nih..;>_

Akhirnya, Raja pun berhasil di bawa kembali pulang ke istana. Namun, Raja harus merelakan kehilangan dua jempol kaki dan dua jempol tangannya.

“Panggil Penasehat yang kurang ajar itu.”, gumam Raja dengan penuh amarah.

“Ada apa wahai Raja ? Bagaimana kondisi anda ? Semoga semuanya baik-baik saja.”, bincang Penasehat.

“Semuanya baik-baik saja ???? Nasehatmu telah mengancam nyawaku. Kamu bilang, semuanya baik-baik saja.”, marah Raja.

“Ini hanya cobaan Raja. Semuanya akan baik-baik saja apabila kita memaknai kejadian ini.”, ucap Penasehat.

“Ah….banyak bicara kau !!! Kau telah membuatku seperti ini. Pengawal tahan dia dan masukkan penasehat ini ke penjara.”, gubrak Raja penuh amarah.

Penasehat di tahan dan di jebloskan ke penajara. Sang Penasehat hanya tersenyum simpul pada Raja dalam tatapannya sebelum dibawa para pengawal ke penjara.

Kedatangan Raja kembali membuat suasana Kerajaan kembali tidak kondusif, karna Raja baru satu hari meninggalkan Kerajaan. Sesuai dengan perjanjian yang dituliskan dalam Konsorsium Kerajaan (bingung ?) berdasarkan hasil rapat.

“Raja, kondisi kembali tidak memungkinkan. Sebaiknya anda harus kembali ke hutan.”, gumam Menteri HanKam

“Apa kau bilang ? Kau ingin mempertaruhkan nyawaku ?”, kesal Raja.

“Tidak Raja. Kali ini saya akan menemani Raja dan melindungi Raja dalam pengembaraan ini. Kondisi sangat tidak memungkinkan, para ibu-ibu juga sudah mulai membawa anaknya yang masih kecil.”, tegas Menteri HanKam.

“Baikla…kita berangkat.”, sahut Raja.

“Siap. Kita akan berangkat sekarang, saya akan mempersiapkan seluruh kelengkapan.”, ucap Menteri HanKam.

Tak selang waktu lama, akhirnya Raja dan Menteri HanKam berangkat menuju ke hutan. Mereka menunggang kuda masing-masing. Sekitar 3 jam akhirnya mereka sampai di tengah hutan dan mereka mendirikan kemah.

Sudah 2 malam, Raja dan Menteri HanKam bermalam di hutan. Cadangan makanan mulai habis, dan tinggal satu malam lagi Raja dan Menteri HanKam bisa kembali ke Istana sesuai dengan Konsorsium Kerajaan.

Di hari terakhir, Raja dan Menteri HanKam terlihat begitu ceria dan senang karna mereka esok akan kembali ke istana.

“Ini malam terakhir, wahai Raja. Besok kita akan kembali ke istana.”, gumam Menteri HanKam.

“Iya, betul. Aku sangat senang.”, ucap Raja.

Malam terakhir begitu indah ditemani terangnya sinar bulan dan kilauan bintang-bintang bertaburan di angkasa. Mereka tidur dengan lelap. Suasana tiba-tiba menjadi ribut, muncullah segerombong suku dalam hutan tersebut. Raja dan Menteri HanKam yang sedang tertidur langsung diikat. Raja dan Menteri HanKam tidak bisa memberikan perlawanan apa-apa.

“Inilah akhir riwayat kita wahai Menteriku …”, isak Raja.

“Kita tak bisa apa-apa lagi Raja.”, sahut Menteri HanKam.

Telisik punya telisik, ternyata orang-orang suku pedalaman mempunyai ketertarikan memakan daging manusia alias kanibal. Tetapi, mereka tidak suka memakan daging manusia  sesama sukunya(sehingga mereka tidak saling memakan sesama suku dalam) serta mereka tidak suka memakan daging manusia yang organ atau tubuhnya cacat.

Setelah di interogasi oleh para suku dalam, Raja dan Menteri HanKam siap dalam tahap eksekusi. Menteri HanKam mulai mengeluarkan jurus 1001 liciknya, dia mulai mengkhianati Raja. Dia berbisik dengan salah satu suku dalam agar tidak memakannya dan akan memberikan mereka lebih banyak lagi manusia yang bisa di makan, seperti halnya Raja.

NAMUN….Ternyata…….Para kanibal ini malah melepaskan Raja, mereka tidak mau memakan Raja setelah melihat kedua jempol kaki dan tangannya yang buntung. Raja terselamatkan, sedangkan Menteri HanKam di bawa oleh para suku dalam ke kampungnya untuk di santap.

“Ada apa ini ????”, Raja berteriak histeris dengan kejadian ini.

“Raja, tolong saya !!!”, teriak Menteri HanKam.

Raja tak bisa berbuat apa-apa. Semunya telah terjadi.

Raja memutuskan untuk tetap bermalam di hutan, dan akan kembali pulang esok paginya. Raja senang sekaligus sedih, di satu sisi dia selamat, di sisi lain sang Menteri harus direlakan dimakan oleh para suku dalam.

Besok pagi, Raja pulang dengan kudanya menuju Istana. Sorak-sorai para kaum wanita di depan pintu istana mengiringi Raja. Raja memberikan senyum terbaiknya kepada penggemarnya yang didominasi ABG alias remaja.

Raja senang dengan kembali kondusifnya Kerajaan. Raja langsung menuju ke penjara Kerajaan yang terletak di bawah tanah Istana. Raja menghampiri sang Penasehat, karna Raja berterima kasih dengan nasihat yang telah diberikan oleh sang Penasehat.

“Wahai Penasehat, maafkan aku. Aku salah, kamu benar.”, ucap Raja.

“Tidak apa-apa wahai  Raja, aku sudah senang bisa mendapatkan pengalaman berharga disini, dan SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA.”, ucap Penasehat dengan senyum pepsodentnya( eh malah promosi)

“Aku beruntung telah menuruti nasehatmu dulu. Walau kedua jempol kaki dan tanganku hilang, namun ini telah menyelamatkanku dari ancaman kematian kaum Kanibal tersebut.”, sahut Raja.

“Iya. SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA kan, wahai Raja ?”, ucap Penasehat.

“Luar biasa. Eh, kenapa kau merasa senang dan bahagia disini, kau malah bilang SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA ?”, tanya Raja.

“Di penjara saya bertemu dengan orang-orang yang berpengalaman yang mempunyai masa lalu buruk dan saya dapat belajar darinya. Setelah itu, seandainya saya tidak di penjara mungkin nyawa saya sudah tidak ada lagi, di makan oleh para kanibal. Otomatis apabila Raja tidak memenjarakan saya waktu itu, pasti saya akan menemani Raja ke hutan dan akhirnya saya akan di makan oleh para kanibal karna organ saya yang lengkap dan tidak ada cacat.”, tegas Penasehat.

“Sungguh hikmah yang luar biasa, wahai Penasehatku.”, ucap Raja.

“Iya, SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA dan AKAN INDAH PADA WAKTUNYA”, ucap Penasehat.

 

Cerita selesai……….

hedehdehdehdehdedhedhhedehdehde..ngos-ngosan gue ngetik nih tulisan….sesungguhnya semua akan berakhir indah dan berjalan dengan baik-baik saja apabila kita mau mengambil setiap hikmah pelajaran dalam lembar hidup kita. Ingatlah ! Hanya Orang yang berimanlah yang mampu menjadikan pengalaman sebagai pengajaran dalam hidupnya.

Banjarmasin, 13 Juni 2011.  17.54 WITA. di kamar Elfan Mahfuzh.

Setelah beberapa waktu gak nge posting…

http://www.najmialghifary.wordpress.com

 

 

 

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on June 13, 2011, in El Kisah Uniek, Kacang Goreng, Karet Romantia, Tulisan, udahtaunanya and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: