I’m Proud to be a Minority

MINORITY

I want to be the minority
I dont need your authority
down with the moral majority
’cause I want to be the minority
…..

Bagi anda yang penikmat musik-musik cadas luar negri pasti sudah kenal betul dengan lirik lagu di atas? Yoi, ini adalah chorus dari tembang Minority miliknya Greenday. Bicara tentang lagu-lagu Greenday memang rata-rata asyik punya. Simak saja hitnya seperti American idiot, She’s a rebel, Wake me up when September end, dan lainnya yang rata-rata keluar dari pakem kebanyakan lagu masyarakat Amerika. Greenday membawa tema pemberontakan! Bosan juga kan dengar lagu-lagu cinta melulu yang basi.. sekali-kali lagu yang menghentak kayak punyanya Greenday asyik juga disimak.
Dari sekian banyak hit yang diusungnya, lagu Minority ini betul-betul menempati tempat yang layak di hati saya. Ritme lagunya keren, dan terlebih adalah liriknya yang ‘gue banget!’
I want to be the minority…. Saya mendadak teringat dengan bunyi sebuah hadits dari kekasih tercinta saya, Rasulullah SAW yang kira-kira bunyinya sebagai berikut
“Islam itu pada awalnya asing, kemudian akan kembali asing seperti semula. Tapi beruntunglah orang-orang yang asing”
Islam itu pada awalnya asing…. Yaa kita baca saja siroh nabi. Islam kala itu dianggap sebagai ajaran yang aneh. Para pemeluknya dianggap manusia aneh pula. Bukan hanya dianggap aneh, bahkan mereka disiksa karena ’keanehan’ mereka itu. Mereka diasingkan, dan dikucilkan… Betul kata hadits di atas, Islam itu pada awalnya memang asing….
Lalu tibalah saat kejahiliyahan bertekuk lutut di hadapan yang haqq…. dan benderanglah semesta dengan cahaya, merembes dari sela-sela padang pasir Arabia, merambati hutan-hutan Afrika, merayap ke kota-kota Eropa, menyisir semenanjung Hindia, merapat ke dataran China, melayari kepulauan-kepulauan Nusantara…. saat itu… Hip hip Hurayyy! Ajaran Islam meraja dan jadilah hamparan dunia sejahtera.

Tibalah kemudian mendung jahiliah kembali menggelayut. Kedigdayaan islam kian meredup. Jahiliyah kembali menelusupi cakrawala dunia. Pudarlah kebenaran! …kemudian akan kembali asing seperti semula…
Saat ini, yaa seperti yang kita lihat bersama. Islam kembali asing. Orang merasa risih bicara islam. ”Sok alim loe” begitu celetukan yang akan terdengar bila ada sobat kita yang pengen konsisten dengan keislamannya. Pakai Jilbab yang longgar sesuai syariat…. ”Awas-awas…. ada ninja!” Atau tidak mau pacaran ”Loe iu cuma dua kemungkinan, Pren. Antara gak laku atau homo!” Asaghfirullahal’azhim ”Hah… mantra apa lagi tuh!” Aaarggghh!
Namun beruntunglah…. di akhir hadits Rasulullah tersayang memuji begini ….. Tapi beruntunglah orang-orang yang asing… Hahaha… satu-kosong! Biar terasing yang penting kan beruntung!
Benarlah ucapan Rasulullah. Dan tepat juga kata Greenday…. I want to be the minority… Saya ingin jadi minoritas…. Biarin saya jadi yang terasing…
(Hei, jangan-jangan Greenday ini terinspirasi bikin lirik lagu di atas gara-gara dengar hadits Rasulullah itu?)
Minoritas yang terasingkan…. Memangnya kenapa? Apa salahnya? Buat apa jadi kalangan mayoritas kalau itu mah bakalan menyeret kita ke neraka? Ups, saya tidak asal ngomong, setidaknya dalam AlQur’an Allah SWT pernah mengancam kayak begini
”.. dan janganlah kalian mengikuti orang kebanyakan… karena kebanyakan orang berada dalam neraka..”
Kemaksiatan merajalela. Syariat Islam dicampakkan. Maka apakah hanya karena banyak orang yang melakukannya maka kita harus juga ikut-ikutan trend kemaksiatan tersebut?
Sori ya… I want to be the minority..
Bahkan, seandainya suatu ketika orang yang memperjuangkan syariat Islam, orang-orang yang konsisten dengan Islam bakal dibui atau dihukum gantung?
Sori…. I dont need your authority…
Atau misalnya suatu ketika menurut kacamata seluruh masyarakat, Islam telah menjadi sampah, pengusungnya digolongkan orang yang tak bermoral?
Tetap…. Huh.. down with the moral majority…
Lho kenapa memangnya?
’cause I want to be the minority
(Eh, supaya lebih seru bacanya sambil nyanyi minoritynya Greenday ya… )

Muslim sekarang jadi minoritas, kata Ustadz Ihsan Tanjung. Lho, bukannya jumlah muslim itu 1,3 miliar lebih, Tadz?
Lha iya… kata beliau… tapi itu mesti dikurangi dengan golongan aliran sesat seperti Ahmadiyah, Lia Aminuddin, Inkar Sunnah dan lain sebagainya. Numpang mengaku Islam padahal tidak beraqidah Islam. Ini belum lagi dikurangi dengan golongan ’Muslim tapi’… Muslim tapi nggak sholat, muslim tapi tidak berjilbab, muslim tapi pacaran, muslim tapi sekuler, muslim tapi tidak kenal ajaran islamnya. Artinya yang muslim doang itu jumlahnya sedikit saja… Minoritas! Tegas beliau.
Islam yang minoritas. Bahkan menyebutnya pun orang enggan. Bicara islam…. ”Bukan tempatnya , Bung! kalau mau khutbah sana di masjid tunggu jum’atan”. Bikin undang-undang, perda, aturan hukum, ketatanegaraan……

”Jadi bagaimana menurut kalian tentang penertiban prostitusi…” Wakil Rakyat satu melempar ke forum.
”Yap, ini memang perlu ditertibkan. Mengacu pada hukum, kalau kita larang berarti melanggar hak asasi dan kebebasan. Makanya kita perlu menertibkan dengan membikin daerah-daerah pelacuran yang resmi” Wakil Rakyat dua menyuarakan dukungan.
”Oke, ini juga sudah sesuai dengan contoh undang-undang di negara maju. Karena itu dengan mengucapkan bismillah kita sahkan Undang-Undang Pelacuran ini…” Wakil Rakyat satu bersiap mengetuk palu
”Interupsi, pimpinan sidang! Tapi menurut Al-Isra 32 Allah bilang ..janganlah kamu mendekati zina…” Wakil Rakyat tiga menginterupsi cepat.
”Hahaha… ini forum resmi bung! Jangan bawa-bawa agama. Udah! Ganggu aja… kirain mau bicara apa…” Wakil Rakyat satu. Segenap hadirin di forum tertawa terbahak. Wakil Rakyat tiga hanya ternganga tak percaya.

Minoritas…… Islam terasingkan..
Masjid terkunci saat waktu shalat. Suara Adzan hanya kaset rekaman. Sementara hingar bingar konser musik berjubel hingga pengunjungnya mencak-mencak karena tak bisa masuk akibat kehabisan tiket.
Islam minoritas…. Islam terasingkan.
”…..Tapi beruntunglah yang terasing…. Yaitu yang berupaya memperbaiki di tangah kerusakan-kerusakan” Begitu bunyi hadits dalam riwayat yang lain.
Terasing, bukan berarti mengasingkan diri… bersembunyi dari kehidupan manusia, tidak mau bergaul. Justru sebaliknya keterasingan menuntut pihak yang terasing untuk berusaha memperbaiki kerusakan ini. Ketika ibadah sepi, ketika kemaksiatan merajalela, ketika sistem islam digantikan dengan sistem kufur, maka bangkitlah para pendekar minoritas yang terasing! Sudah saatnya mengubah dunia yang rusak jahiliyah ini!
Dan biarlah nanti mereka akan terpana, ketika di Yaumul Akhir diumumkan….. Yang masuk neraka adalah golongan mayoritas….. Yang di surga golongan minoritas….
Dan golongan minoritas pun berkata dengan bangga….
”hehehe… I am the minority!”

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on June 15, 2011, in Kacang Goreng, Karet Romantia, Tulisan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: