The Cancer of L.O.V.E. (Kanker Akut anak muda)

“Masa muda usiaku kini ..

Warna hidup tinggal ku pilih..

Namun telah aku putuskan…

Hidup di atas kebenaran…

Masa muda penuh karya untukmu Tuhan

Yang aku persembahkan sebagai insan beriman

Mumpung muda, ku tak berhenti menapak cita

Menuju negeri surga nan jauh disana……”

Masa muda…Memang masa yang rentan akan datangnya virus merah jambu, khususnya bagi remaja usia 15-18 tahun. Memang tak dapat di pungkiri bahwa usia-usia seperti inilah yang rentan dan mudah terserang oleh virus-virus, benih-benih, bahkan jamur-jamur cinta dalam diri yang menggalaukan hati hingga lapisan bumi paling dalam…hingga melayang ke langit ke tujuh…

Wajar apabila usia seperti ini rentan dengan namanya gelombang magnet virus cinta stadium akut……Usia seperti ini adalah dimana hormon-hormon pada individu manusia mulai berkembang, feromon dan phenilathilamin (alahhhh, lupa saya namanya…) telah berkembang begitu pesat dan mempengaruhi sikon dan suasana hati juga kondisi para anak-anak ABG…..

Pada rentang usia seperti ini, perubahan terjadi dengan begitu cepatnya…Tidak hanya pertumbuhan dalam fisik tapi yang lebih signifikan lagi adalah masalah psikis alias mental dan jiwa para anak ABG….

“Calon Jenazahhhhhh……”, kata Ustadz…

“uuuiii..”, histeris penonton di tribun Senayan.

“uuuuu..calon jenazah….alhamdu….lillah…”, lantang Ustadz.

Saya awali dalam sebuah kisah…Yang baru saya rangkai dalam satu bulan terakhir ini…Check them out……..Semoga bermanfaat…

Sepoi-sepoi angin berhembus meniup pepohonan tua yang sudah tak berdaun di sekolah tercinta saat itu…Kembali ke era 2000an dimana semuanya masih baik-baik saja, saya coba putar mesin waktu dan majukan ke tahun 2011…jeng jeng jeng jeng…

Tahun 2011….di sekolah tercinta…

Saat semuanya baik-baik saja.

“Gini nih, gue ada permintaan.”, keluh si Galau.

“Wani piro ???????”, tungkak si Cungkring.

“Ah, wani piro??? Opo toh jenenge maksud kamu rek rek…Aku ora ngerti wes kamu ngomong.”, balas si Galau.

Saya makin bingung….Karna saya tak paham sekali bahasa di atas…Mungkin cuma satu kalimat yang saya rada paham yaitu, “Wani piro ?????”….

……Piro=Berapa ???

Betul atau benar ???

Ya, memang betul. Ngomong-ngomong masalah berapa, lebih baik kita mulai saja pengintaian tsb yang dilakukan oleh dua orang termasuk saya….

Saya dan sohib saya berkali-kali menerima berbagai macam laporan mengenai melencengnya dua teman saya dalam hal pergaulan (alias pacaran…auu ahh gelap).

Saya sebenarnya sudah sangat sering mengingatkan dua teman saya ini dalam beberapa bulan terakhir. Dan dalam beberapa kesempatan pula saya berhasil memergoki dua insan terlarang (teman saya) berdua-duaan…Naudzubillah…

Ya…Mereka langsung kabur melihat saya….Mereka kira saya SETAN mungkin…Krna mungkin saya orang ketiga yang muncul pada waktu itu….

Pendekatan demi pendekatan telah saya lakukan. Banyak kegagalan yang di lalui dan di tanggung. Tapi SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA. Terus mencoba dan mencoba. Tapi semua usaha belum pernah berhasil. Saya malah sering kucing-kucingan dengan si teman saya. Kalo dipikir-pikir sebenarnya kewajiban saya buat ngedakwahin teman saya tsb sudah gugur karna saya mah udah bilang berkali-kali dari dengan cara baik-baik ampe yang ekstrem.

Berkali-kali saya mngingatkan dan mewanti-wanti dengan teman saya yang dua ini(kan ada 2 orang)

“woi….sesadang nya ai dah kwan ae…”,ucap saya.

Proses ini terus berjalan hampir beberapa bulan. Eh ternyata eh ternyata, giliran saya yang kena nih virus….Sempat melakukan kesalahan bodoh pada tanggal 27 Rajab kemarin. Tapi syukur alhamdulillah, semua sudah saya lewati dengan baik-baik saja. WALAU ITU SANGAT MEMALUKAN (hihihihihihi)

Proses dakwah tidak berhenti di sini saja…
Ketika jalan dakwah mulai macet. Bertanyalah pada Pak Polisi dan minta dia untuk mengaturnya.”

Saya sempat konsultasi dengan beberapa ustadz-ustadz saya dari berbagai latar. Memang semuanya akan indah pada waktunya.

Beberapa hari sempat di Jakarta ada satu hal yang saya simpulkan bahwa HIDUP ITU SANGAT SINGKAT

Dengan seiring berjalannya waktu….eh saya malah muter nih lagu jadul

saat ku rasa semua tlah berbeda
dirimu jadi tak sama
karna ku tahu kau, kau inginkan aku
tuk jadi yg sempurna

  tapi kau tahu ku tak bisa
  menjadi yg kau pinta
  terlalu lama ku terjebak
  dengan dirimu

reff: kini ku ingin pergi darimu
takkan ada yg bisa menahanku lagi
karna ku tahu dirimu tak seperti dulu lagi
sudahlah sudah lepaskan diriku

jika kau rasa kau lah segalanya
semua menjadi percuma
ingin rasanya ku menjauh darimu
buang semua cerita

  tapi janganlah kau sesali
  apa yg telah terjadi
  terlalu lama ku terjebak
  dengan dirimu

Ya….siapa bilang kita gak bisa menghindari namanya maksiat….virus cinta yang demikian ini memang sudah sangat menggalaukan hati para ABG…Dan perlu di ingat kosakata “Galau” pun baru saya temukan dalam perbendaharaan kamus Bahasa Indonesia saya. Memang penyakit ini sudah merambah….Tapi siapa bilang kita gak bisa melawan dan membasmi nih penyakit….Sebelum itu izinkanlah sang ustadz untuk menyampaikan beberapa kupasan mengenai hal ini dimana yang akan dibahas adalah bab tentang zina…OK????
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh……Calon Jenazah……uuuuu….Calon Jenazahh….Alhamdu…lillah..”, lantang ustadz….
“Ada satu perkara….mau tahu ?????? Jangan kemana-mana !!!! Calon jenazah…”, lantang Ustadz…
“Interupsi….Ustadz….apa-apain nih ???? Baru nyapa udah mau jangan bilang kemana-mana…”, nyahut saya.
“Ohhhh….Baiklah …..(sambil memainkan sorbannya)…..Inilah perkaranya….”
Check these out
“Zina adalah dosa yang sangat besar dan sangat keji serta seburuk-buruk jalan yang ditempuh oleh seseorang berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا“Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” [Al-Israa : 32]

Para ulama menjelaskan bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Janganlah kamu mendekati zina”, maknanya lebih dalam dari perkataan : “Janganlah kamu berzina” yang artinya : Dan janganlah kamu mendekati sedikit pun juga dari pada zina [1]. Yakni : Janganlah kamu mendekati yang berhubungan dengan zina dan membawa kepada zina apalagi sampai berzina. [2]

Faahisah فَاحِشَةً = maksiat yang sangat buruk dan jelek
Wa saa’a sabiila وَسَاءَ سَبِيلًا = karena akan membawa orang yang melakukannya ke dalam neraka.

Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa zina termasuk Al-Kabaa’ir (dosa-dosa besar) berdasarkan ayat di atas dan sabda Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Apabila seorang hamba berzina keluarlah iman [3] darinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan, maka apabila dia telah bertaubat, kembali lagi iman itu kepadanya” [Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4690 dari jalan Abu Hurairah]

Berkata Ibnu Abbas. : “Dicabut cahaya (nur) keimanan di dalam zina” [Riwayat Bukhari di awal kitab Hudud, Fathul Bari 12:58-59]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Dari Abi Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak akan berzina seorang yang berzina ketika dia berzina padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan meminum khamr ketika dia meminumnya padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan mencuri ketika dia mencuri padahal dia seorang mukmin. Dan tidak akan merampas barang yang manusia (orang banyak) melihat kepadanya dengan mata-mata mereka ketika dia merampas barang tersebut pada dia seorang mukmin” [Hadits shahih riwayat Bukhari no. 2475, 5578, 6772, 6810 dan Muslim 1/54-55]

Maksud dari hadits yang mulia ini ialah :
Pertama : Bahwa sifat seorang mukmin tidak berzina dan seterusnya.
Kedua : Apabila seorang mukmin itu berzina dan seterusnya maka hilanglah kesempurnaan iman dari dirinya”[4]

Di antara sifat “ibaadur Rahman” [5] ialah : ‘tidak berzina’. Maka apabila seorang itu melakukan zina, niscaya hilanglah sifat-sifat mulia dari dirinya bersama hilangnya kesempurnaan iman dan nur keimannya. [6]

Setelah kita mengetahui berdasarkan nur Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa zina termasuk ke dalam Al-Kabaair (dosa-dosa besar) maka akan lebih besar lagi dosanya apabila kita melihat siapa yang melakukannya dan kepada siapa?

Kalau zina itu dilakukan oleh orang yang telah tua, maka dosanya akan lebih besar lagi berdasarkan sabda Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) dan orang miskin yang sombong” [Hadits shahih riwayat Muslim 1/72 dari jalan Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti diatas]

Demikian juga apabila dilakukan oleh orang yang telah nikah atau pernah merasakan nikah yang shahih baik sekarang ini sebagai suami atau istri atau duda atau janda, sama saja, dosanya sangat besar dan hukumannya sangat berat yang setimpal dengan perbuatan mereka, yaitu didera sebanyak seratus kali kemudian di rajam sampai mati atau cukup di rajam saja. Adapun bagi laki-laki yang masih bujang atau dan anak gadis hukumnya didera seratus kali kemudian diasingkan (dibuang) selama satu tahun. Dengan melihat kepada perbedaan hukuman dunia maka para ulama memutuskan berbeda juga besarnya dosa zina itu dari dosa besar kepada yang lebih besar dan sebesar-besar dosa besar. Mereka melihat siapa yang melakukannya dan kepada siapa dilakukannya.”

“Sip….tadz..bolehkah saya ngasih jurus-jurus sakti buat temen-temen saya supaya bisa melawan nih penyakit yang nanti sebelum di diagnosa kena virus Zina….”, sahut saya…
“Ya…..BISA JUA…”, sambit Ustadz….(_sambat maksudnya…tapi sengaja di salahkan)
BISMILLAHHIRRAHMANIRRAHI……
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…Sidang pembaca yang dirahmati Allah SWT pada kesempatan kali ini euyke (ehhh…keluar aslinya..maksudnya saya) akan menyampaikan beberapa jurus maut yang ampuh dalam melawan dan mencegah virus cinta. yang saya dapatkan dari ustadz-ustadz saya, pengalaman, serta kejadian2 unik yang pernah saa alami
…baiklah…tanpa basa-basi langsung aja ye…?
Ni nihhh jurusnya(yang saya gali dan bertapa di gua gaulislam-gaulgayarasul…):

Fokuskan pada Penampilan Non-Seksual

Kondisi yang membolehkan kita memandang lawan-jenis adalah ketika tidak terkagum-kagum pada pesona seksual dan tidak memandangi aurat. Selama berada dalam kondisi ini, kita tidak dituntut untuk memalingkan muka (seperti Fadhal) atau pun diperintahkan untuk tidak melanjutkan pandangan (seperti Ali). Bahkan, bisa saja kita justru diberi kesempatan luas untuk bisa memandang lawan jenis.

Belum percaya? Liat aja hadits shahih berikut ini, yang mengisyaratkan bolehnya memandang lawan-jenis seraya mengagumi keahliannya atau sekurang-kurangnya menyaksikan penampilan non-seksualnya.

Dari ‘Aisyah r.a. dikatakan: Ketika itu adalah hari raya, dan pada waktu itu orang Habsyah sedang bermain tameng dan tombak. Entah aku yang meminta atau Nabi sendiri yang berkata kepadaku: ‘Apakah kamu ingin melihatnya?’ Aku jawab: ‘Ya.’ Maka aku disuruhnya berdiri di belakangnya [sehingga aku melihatnya]. (HR Bukhari)

Tuuuh… Nabi memberi kesempatan luas kepada Aisyah nyaksiin keterampilan orang Habsyah bermain sejata. Ternyata, tidak seperti kemolekan, dayatarik non-seksual lawan-jenis boleh dilihat dengan cukup leluasa.

Sekarang, berdasarkan dalil di atas, bisa kita petik sebuah hikmah: Supaya tidak terkagum-kagum pada dayatarik seksualnya, fokuskan pengamatan kita pada penampilan non-seksualnya apabila kita memandang lawan-jenis.

Penampilan non-seksual lawan-jenis yang dapat kita saksikan itu meliputi: kegesitan berolah-raga, kelogisan berargumentasi, kesopanan berbusana, keanggunan bersikap, keramah-tamahan berperilaku, keindahan berekspresi artistik, kelihaian berkomunikasi, … dan masih banyak lagi yang lainnya.

Berpaling Bila Terpana oleh Kemolekan

Walau sudah berusaha fokuskan perhatian pada dayatarik non-seksual, bisa saja kita tiba2 terpesona pada kemolekan si lawan-jenis. Kalau terjadi begini, atau setiap kali terpikat pada dayatarik seksualnya, kita diminta segera alihkan pandangan. Dalil yang melandasi seruan “alihkan pandangan” ini adalah sebagai berikut:

Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang [lawan-jenis] yang [membangkitkan syahwat] tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR Muslim)

Makanya, kalau kau lelaki nyaksiin penampilan Siti Nurhaliza (atau penyanyi cantik lainnya), fokuskan pengamatan pada kehebatannya dalam bernyanyi dan bersopan-santun di pementasannya. Bila terpana pada kecantikan atau pun dayatarik seksualnya lainnya, lekas2lah alihkan pandangan ke arah lain. Jika gejolak birahi sudah reda, boleh nonton kembali. Tapi, andai terpesona lagi pada dayatarik seksualnya, segeralah alihkan lagi pandangan ke arah lain…

Selama tidak terpana pada ketampanan atau pun dayatarik seksualnya lainnya, perempuan juga boleh memandang wajah ustad Jefri Al-Buchori (atau mubalig pria lainnya) di majelis taklim. Fokuskan pengamatan pada kemampuannya dalam berdakwah. Setiap kali terpesona pada dayatarik seksualnya, cepat2lah alihkan pandangan ke arah lain…

Kau pun harus siap-sedia sering2 alihkan pandangan sewaktu bercakap-cakap ‘si dia’ seraya mengagumi pesona ‘kecantikan batiniah’ (inner beauty)-nya. Boleh2 aja sih kau menatap dia saat menyimak tutur-katanya, namun setiap kali terpikat pada dayatarik seksualnya, lekas2lah alihkan pandangan ke arah lain sampai gejolak birahimu reda.

Malu ketahuan alihkan pandangan? Nevermind. Ingat, gejolak birahi itu manusiawi, sedangkan mengalihkan pandangan itu islami. Ngapain malu berperilaku islami?

Bagaimana Menjaga Pintu Perzinaan

Kau nggak malu berperilaku islami, kan? Bagus… Trus, seperti Aisyah dalam hadits Bukhari tadi, apakah kau ingin menyaksikan keahlian si lawan-jenis? Boleeeh… asalkan, sekali lagi kami ingatkan, alihkan pandangan setiap kali terpikat pada dayatarik seksualnya. Begitulah jurus “tundukkan pandangan” yang bisa kita maklumi sebagai upaya menjaga ‘pintu perzinaan’ dari terjadinya ‘zina mata’. Jika kita membiarkan terjadinya ‘zina mata’ sewaktu memandang lawan-jenis, maka mungkin kita tergolong mendekati zina.

Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat [dengan syahwat], zinanya lidah adalah mengucapkan [dengan syahwat], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat]. …” (HR Bukhari & Muslim)

Rupanya, yang bisa kita anggap mendekati zina itu nggak cuman ‘zina mata’. ‘Zina lidah’ dan ‘zina hati’ pun dapat digolongkan mendekati zina.

Bahkan, di luar tiga macam ‘zina’ yang kami garisbawahi itu, masih ada ‘zina tangan’, ‘zina kaki’, dan ‘zina-zina bagian tubuh lainnya’ yang mungkin tergolong mendekati zina pula. Namun, penyebutan tiga saja —di antara itu semua— kami pandang sudah memadai untuk menggambarkan bagaimana menjaga ‘pintu perzinaan’.

Kalau untuk menjaga ‘pintu perzinaan’ dari terjadinya ‘zina mata’, kita gunakan jurus “tundukkan pandangan”, apa jurus kita untuk mengatasi ‘zina lidah’ dan ‘zina hati’ (atau pun ‘zina-zina bagian tubuh lainnya’)? Kau bisa nebak, kan?

Yup. Untuk menjaga ‘pintu perzinaan’ dari terjadinya ‘zina lidah’, kita gunakan jurus “tundukkan tutur-kata”. Maksudnya, ketika lawan-jenis yang menyimak tutur-katamu terpesona pada ke-sexy-an suaramu, keraskan suaramu atau hentikan sajalah tutur-katamu. “Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya [lawan-jenis] yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu [syahwat]-nya.” (QS al-Ahzab [33]: 32) “Katakanlah yang baik-baik atau diam sajalah.” (al-hadits)

Dalam pengamatan kami, banyak muda-mudi (terutama wanita) yang kurang menyadari ke-sexy-an suaranya di telinga lawan-jenis. Karena itu, kami sarankan, mintalah penilaian dari beberapa sahabat lain-jenis mengenai suaramu. Kalau nggak sedikit orang menilai suaramu sexy, ubahlah gaya bicaramu. Kalau sulit mengubah, berlatihlah secara serius sampai berhasil. Bagaimanapun, gaya bicara bisa diubah. (Kami saksikan, banyak aktris Hollywood mampu menampilkan aneka gaya bicara. Di satu film terdengar sexy banget, di film lain kurang sexy, sesuai karakter di film2 itu.)

Adapun untuk menjaga ‘pintu perzinaan’ dari terjadinya ‘zina hati’, kita gunakan jurus “tundukkan keinginan”. Maksudnya, ketika kau terpikat oleh dayatarik seksual lawan-jenis yang menarik perhatianmu, janganlah kau mengharap-harap kesenangan seksual dari dia. Selanjutnya, sebesar apa pun gairahmu, janganlah kau turuti keinginan nafsu syahwatmu ini. Kalau kau umbar nafsu ini, maka rusaklah kehormatan dirimu sendiri, sehingga kau “tergolong orang yang bodoh” (QS Yusuf [12]: 33).

Ketika kau kewalahan meredam nafsu syahwat, segera “alihkan perhatian” ke hal-hal lain yang bersifat non-seksual. Seandainya sinetron remaja Indonesia atau film musikal India di televisi sering membuat birahimu bergejolak, alihkan saluran ke tayangan lain. Umpamanya: sepakbola, berita politik, dialog bisnis, eksplorasi flora dan fauna, dan sebagainya. (Lebih baik lagi, matikan televisi lalu baca buku2 islami atau lakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.)

Dengan mengerahkan jurus2 penjagaan ‘pintu perzinaan’ sedemikian itu, insya’ Allah ‘pintu perzinaan’ kita selalu terjaga. Dengan kata lain, kita tidak mendekati zina.

Dengan jurus2 tadi, ‘darah-muda’ kita senantiasa terkendali ketika kita saling bergaul dan bertatap-muka dengan lawan-jenis, secara akrab sekalipun. Apalagi bila terawasi oleh orang lain yang cenderung mencegah perzinaan kita. (Ingat makna ‘bila terawasi’, )

Emang sih, jurus2 tersebut tidak menjamin kita bebas dari godaan setan. Tapi, setiap kali pasukan iblis hendak masuk untuk menguasai diri kita, mereka bisa kita tendang jauh2 dengan jurus2 tadi.

Dengan demikian, menjauhlah bahaya kerusakan yang mengancam masuk melalui ‘pintu perzinaan’ yang bernama ‘perbauran’. Hasilnya, selamatlah kita di dunia dan akhirat. (Begitulah cara yang kami upayakan untuk memupus kekhawatiran Nabi terhadap perilaku kita dalam bertatap-muka dengan lawan-jenis.)

“hikz hikz hikz…. ” terdengar suara isakan di ujung ruang rapat….
“Interupsi, penulis !!!! Kenapa di ruang rapat ??? Ini kan acara ceramah agama …kenapa malah di ruang rapat ceritanya.”, sontak salah seorang Pembaca tulisan ini.
“eh..,..terserah saya lah…yang nulis siapa hayoooo???”, cerca saya…
“Cuihhhh…penulis ngawur….jangan ngarep dah lu…tulisan lo bakalan diterima penerbit kalo ceritanya kaya gini..”, balas sang Pembaca.
CERITA SELESAI………..
Jumat, 5 Agustus 2011
hp bututku menunjukkan pukul 10.53 WITA
Nebeng internet di salah satu rumah teman saya di Jalan K*yu T*ngi (ngapain lu pake acara sensor-sensor segala…para sidang pembaca mah juga pada tahu kalo tempatnya di jalan Kayu Tangi….penulis apaan Lu????)
Terakhir…saya ingin mengutip perkataan guru agama saya di sekolah tentang bagaimana menghindari dan melawan viru ci*n*a.
“Gampang nak ai…..bawa puasa wan olahraga ja….supaya kada bepacara* tuh nak ai..”, ucap sang Guru.
“Interupsi, bu.”, sahut saya.
“Ya…kenapa nak ?”, balas Guru.
“Berarti orang yang pacara* tuh bu cuma ada 3 kemungkinan dong …pertama mereka jarang/gak pernah puasa. kedua mereka males olahraga…atau mereka gak pernah/males kedua-duanya…gimana bu ???”, tanya saya.
“BISA JUA NAK AI….”, jawab Guru singkat….
CERITA AKHIRNYA BENAR-BENAR SELESAI
Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on August 5, 2011, in El Kisah Uniek, Kacang Goreng, Tulisan, udahtaunanya. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: