“Catatan Akhir Kemuliaan”

Terjagalah dari segala maksiat, dari segala zina, dan nafsu dunia yang sesat.

Disatukan dalam karunia yang suci bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri.

 

Ini bukanlah cerita novelis Cinderella

Bukan kisah romantis Romeo dan Juliet-nya para kaum feminis khas pemikir hedonis

Bukanlah lantunan melankolis Khalil Gibran yang larut dalam cintanya yang sesat

Bukan juga cerita patah arang cinta buta Siti Nurbaya

 

Tak dapat diukur

Tapi bersama Allah pasti semua akan teratur

Dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketaqwaan yang sangat mendalam

Bersemi dari pupuk akhlak yang hebat

Berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat

 

Tidak……Ini tak akan dimengerti oleh hati

Oleh hati yang penuh dusta yang buta oleh warna-warni dunia yang fana

Ini hanya untuk mereka..

Mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan

Keteladanan bagi generasi berikutnya

Keteladanan abadi dalam harum kasturi dan buah ibadah

Dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah

Untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan

Dan hanya mencium atas dasar kemurniaan kita berkata cinta

 

Karena bukan apa, siapa, dan bagaimana

Tapi luruskanlah dalam wangi surga

Karena apa sebenarnya yang membuat kita berani berkata cinta……..

 

 

Hingga rambut kita memutih……

Hingga ajal kan datang menjemput diri ini…..

 

Inilah cinta sejati…

Cinta yang tak perlu kau tunggu

Tapi dia tumbuh bersama dalam lantunan doa malam yang teduh

Yang tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu

See what the eyes can not see…..

 

Petunjuk yang selalu datang dari ruang para malaikat

Yang sanggup melihat

Tak kenal pekat

Tak lekang oleh zaman

Yang akan terus melaju

Tak akan habis oleh waktu

Yang mengiringi perjalanan penaklukkan Sang Penakluk

Mengiringi malam Sang Penakluk Konstantinopel

Dan penakluk dan pejuang Islam lainnya

 

 

Karena kecantikannya tersimpan di dalam hati

Dalam pesona yang selalu menjaga jiwa

Yang menjadikan dunia menjadi surga, sebelum surga sebenarnya

Yang membuat hidup lebih hidup dari kehidupan sebenarnya

 

 

Seperti sungai yang mengalir

Bening airnya pun selalu artikan keseimbangan syair

Yang satukan dua perbedaan dalam satu ikatan

Untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan

Dan kelebihan sebagai kekuatan

 

Lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan

Dalam kesetiaan ruang keshalehan dan kasih sayang

 

Bagi sejarah penutup halaman terakhir perjalanan

Perjalanan Ksatria Sastra Jihad dan Dakwah

Tercatat dalam untaian rahmat

Berakhir dalam catatan terakhir yang mulia

Di gariskan hanya oleh ketetapan dan sunnatullah Allah SWT……..

 

 

Inilah catatan terakhir….

Catatan terakhir dalam kecupan singgasana manis dan harumnya surga Ilahi sang Awwal dan Akhir…..

  

 

 Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT ™

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on August 11, 2011, in Tulisan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: