“Menjadikan Smaven Sebagai Sekolah Islami”

Hampir satu abad…

    Singa ini telah kehilangan taringnya..

    Hampir satu abad..

    Dien ini kehilangan sosok pemimpin yang arif nan bijaksana..

    Umat ini telah kehilangan jati dirinya….

    Tak lagi mengenal kemuliaan yang sesungguhnya…

    Terpana dengan kesemuan keindahan dunia ala kaum barat…

The Way to Belief…

“How often have I said to you that when you have eliminated the impossible, whatever remains, however impropable, must be the truth.” Sherlock Holmes-The Signs of Four
“Aqidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan kehidupan serta apapun yang ada sebelumnya dan sesudahnya. Diyakini dan diterima 100% dengan akal dan hati berdasarkan argumen yang kuat.”

Ya. Luar biasa ketika kita berbicara tentang sebuah pemahaman yang luar biasa tentang konsep beriman atau mencari proses kepercayaan dalam hidup ini.

Aqidah bukanlah sekedar wacana yang bisa di doktrin ke orang lain.

Terbentuknya aqidah adalah sebuah proses berpikir. Pernahkah kita berpikir apa yang telah kita lakukan dan sikapi dalam proses kita berpikir ?

Bagi sebagian besar kaum muslim, Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Hal ini menjadi sesuatu kebanggaan bagi setiap muslim manapun ketika Allah menjamin kesempurnaan agama Islam di dalam Al-Qur’an.

Islam adalah sebuah tuntunan dan jalan hidup yang wajib di jalankan dalam kehidupan dari tengek bengek terkecil sampai hal yang besar seperti negara, semuanya diatur dalam Islam

___________________________________________________________________________

Hihihihi…Pagi-pagi di bulan Ramadhan yang membuat orang yang imannya kaya kardus malah tambah males bin koler bin ngantuk,karna pagi ini rada-rada malas, oleh karena itu saya memutuskan untuk menulis nih artikel…(wewww, penulis aneh. Lagi malas malah nulis, kalo malas tuh mending tidur-tiduran atau nonton TV)

“MENJADIKAN SMAVEN SEBAGAI SEKOLAH YANG ISLAMI”

Islam kini telah lama ditinggalkan para umatnya sendiri. Umat berbondong-bondong memikul dan memedomani hukum-hukum/peraturan baru bin aneh bin dzalim bin laknatullah yang jelas-jelas thaghut. Memang perlu di sadari, kita Islam tapi tidak ISLAM. Maksudnya banyak dari kita yang sekedar memahami Islam hanya sholat, puasa, zakat, haji, dan zikir saja. Islam mulai dilupakan dan ditinggalkan oleh para penegembannya.

Kehilangan identitas dan jati diri adalah suatu masalah utama yang menjadi hal yang lumrah. Proses meniru sebuah nilai atau dalam bahasa sosiologinya “identifikasi” maupun “imitasi”. So, proses pengambilan nilai dan penyerapan nilai akan kuat terjadi pada generasi muslim kita.

Menjadikan Smaven sebagai sekolah yang Islami adalah sebuah visi kedepan yang begitu cemerlang dan mempunyai prospek gemilang. Landasan utama mengapa Islam di jadikan solusi dan asas bagi sebuah sekolah seperti halnya Smaven adalah sebuah penyampaian implementasi yang menggairahkan pada masa depan. Smaven sebagai sekolah yang Islami merupakan suatu bentuk kepedulian dan bentuk kecintaan serta kepekaaan terhadap isu sekolah baik dari segi sarana, civilitas akademik, maupun character building yang mampu menjadi solusi dan prospek indah di masa depan.

Telisik beberapa tahun yang lalu, pada awal 2000an tepatnya tahun 2002/2003, Smaven pernah berhasil menyandang gelar SMA Negeri pertama yang memiliki model Islam. Perjuangan untuk meraih predikat ini tidaklah semudah membalikkan tangan. Konfrontasi, konflik serta perselisihan terjadi pada waktu itu. Banyak kejadian dan isu yang mendera terutama dari keinginan (siswa/i Islami) dengan pihak sekolah yang masih ingin mempertahankan tradisi lama sekolah yang masih memegang nilai yang jauh dari kata Islami.

Smaven sebagai sekolah yang Islami adalah sebuah prospek lama yang mati yang saya coba gali. Sebagai sekolah negeri, yang juga bukan Madrasah Aliyah (yang bebasis agama), dimana Smaven hanya sekolah negeri favorit yang biasa, seperti kebanyakan SMA di Banjarmasin. Masih banyak dari kita terparadigma bahwa sekolah model islam itu cuma cocok buat sekolah kaya Madrash Aliyah atau Pesantren. Kesalahan berpikir ini saya coba kemukakan bahwa kehidupan Islami saat ini bukan lagi merupakan sebuah pilihan saja, melainkan harus dibarengi menjadi sebuah kebutuhan(need) atau kewajiban bagi siswa-siswi muslim khususnya, Smaven.

Islam telah begitu jauh ditinggalkan oleh remaja-remaja bahkan orang dewasa. Saat ini saja banyak hal yang melanggar hukum syar’i yang malah dianggap sebagai hal yang biasa atau kelumrahan. Banyak remaja putri kita yang tidak menutup aurat, banyak remaja yang tidak menjaga pergaulannya(pacaran), banyak para remaja yang tidak mempedulikan sholatnya, bahkan bodohnya lagi mereka beranggapan shalat setahun cuma 2 kali, shalat Ied idul fitri sama idul adha…Iidihhhh..Naudzubillah…Kehilangan ini merupakan suatu pertanda sinyal buruk bahwa pembangunan karakter yang kuat tidak bisa diciptakan, bayangkan saja, bagaimana mau bikin karakter yang kokoh, sekolahnya aja gak menerapkan hukum Islam secara total. Ketika membuka aurat di biarkan, ketika kemaksiatan di setujui alias dilegalkan, ketika seorang mentolerir sebuah kemungkaran, ketika pacaran dianggap biasa oleh sebagaian pihak sekolah (siswa, guru, dsb), ketika shalat lima waktu bukanlah suatu tuntutan kewajiban, ketika urusan Islam hanya di bilang sebagai urusan pribadi masing-masing. Dari kekhawatiran-khawatiran seperti inilah muncul sebuah ide untuk membangun sekolah yang bermodelkan islam. Tidak hanya dari segi ritual saja, tapi yang lebih penting lagi ketika Islam dijadikan sebagai sebuah aturan/disiplin.

“Maaf. Interupsi, Mas Penulis !”, singkap seorang hadirin di ujung ruang rapat dewan.

“Ya, silahkan.”, dengan ramah sang Penulis menjawab.

“Enak saja anda bilang mau menerapkan Islam di sekolah negeri seperti ini. Ini bukan sekolah Islam. Ini sekolah negeri. Milik Indonesia. Bukan Milik Islam. Ngawur aja anda ini.Bagaimana mau menerapkan aturan Islam sedangkan di sekolah ini ? Toh masih ada kan yang non muslim. Kalo anda mau bikin sekolah model islam, bikin aja anda sendiri.”, bahas dengan bahasa yang cukup tinggi.

“Baiklah saya akan menjawabnya. Islam adalah rahnatan lil alamin. Ketika aturan Islam di terapkan, sebenarnya orang yang non muslim tidak dirugikan dengan hal ini, malah mereka diuntungkan. Kenapa di untungkan ? Karena kehidupan Islam akan membuat kehidupan lebih sejahtera, harmonis, selaras, bahkan hal-hal bodoh yang terjadi selama ini akan hilang, nilai-nilai islam tidak hanya mengikat yang muslim saja, tetapi juga menguntungkan bagi mereka. Kenapa harus Islam ? Inilah kesalahan banyak orang selama ini, Islam dipandang sebagai ritual belaka, Islam itu bukan hanya agama,. Islam bukan hanya sebuah kepercayaan/religi. Tetapi Islam adalah sebuah totalitas mengenai perangkat aturan manusia untuk hidup dari ibadahnya, pekerjaannya, hubungannnya, keluarganya, bahkan hal-hal yang lebih kompleks lagi. Islam mengatur seluruh aktifitas kehidupan kita dari tengek-bengek, seperti adab dan doa masuk WC sampai ke aturan yang sangat rumit, seperti, sistem ekonomi, tata pemerintahan, politik, bahkan Negara yang semuanya telah diatur dalam Islam. Apalagi cuma sebuah  sekolah ? Inilah kesalahan paradigma umat saat ini. Kita memandang Islam setengah-setengah, kita mengimani Islam setengah-setengah pula.”, kilas sang Penulis.

“afatu’minu na bibaqdi watakfuru na bibadd..”

“OK…ok…Saya terima usul anda, tapi bagaimana penerapannya ?”, tanya hadirin tersebut.

“Baiklah saya akan menjelaskan implementasi Smaven sebagai sekolah Islam.”, singkat Sang Penulis.

Smaven Sebagai Sekolah Yang Islami

*Pertama adalah menerapkan aturan yang selama ini tidak sesuai dengan syariah Islam seperti, menutup aurat bagi siswi/guru/warga sekolah.

*Kedua, menjaga situasi sekolah yang tidak hanya berbasiskan karakter modern saja, tapi karakter islam yang lebih ditekankan (bagi siapa saja muslim maupun non muslim)

*Ketiga, menjadikan setiap kegiatan yang ada di Smaven berorientasikan manfaat dan tetap tidak melanggar ketentuan syari, seperti Sunatan Massal, Bakti Amal, atau lainnya.

*Keempat, menerapkan segala aturan pergaulan dalam segala aktifitas sekolah, baik selam KBM maupun kegatan ekstrakurikuler.

*Kelima, memberikan sanksi kepada siapa saja yang melanggar aturan yang telah dibuat, tidak pandang siapa dan apa jabatannya.

* Keenam, menjadikan setiap pelajaran (apapun bidangnya) tetap bersandarkan kepada nilai-nilai Islam. Jadi apapun pelajan duniawi yang kita pelajari semuanya tetap berobjektifitas pada nilai-nilai Islam. Sebenarnya, cahaya Ilmu sebenarnya di buka oleh keran peradaban Islam. Sedangkan selama ini yang kita kenal, sebagai ilmuwan maupun filsuf yang dari barat itu hanya menyontek dan menyalin kembali apa yang pernah mereka dapatkan selama menuntut ilmu di Negeri Islam.

*Terakhir, SELAMAT MENIKMATI. Menikmati kehidupan yang cerdas, mulia, sejahtera, harmonis, selaras, dan penuh kesahajaan. Aamiin. Ya rabbal alamin.

___________________________________________________________________________

GEDUBRAK….

Saya terbangun dari mimpi saya. Saya lupa harus menghadap Kepsek buat minta tanda tangan beliau sambil berdoa bahwa waktu-waktu terdekat Islam akan kembali bangkit dari tidurnya ….(Antara 1924-2011) semoga Allah merahmati segala usaha hambaNya.

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on August 16, 2011, in El Kisah Uniek, Kacang Goreng, Karet Romantia, Tulisan, udahtaunanya. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: