“Behind the Scene”

Behind the scene of Menulis

 

 

          

 

 

 

 

 

 

 

 

Menulis bukan lagi sebuah hobby

Menulis menjadi sebuah  jalan perjuangan                    

~A’a Jim~

 

 

  

 

 

Menulis. Apaan tuh ? Aktifitas kurang kerjaan ya ?

Memang kata orang bahwa menulis merupakan suatu aktifitas yang membosankan dan tidak mengasyikkan. Menulis hanya buang-buang waktu, buang-buang air aja (hah ? Buang air ?). Menulis, aktifitas yang sebenarnya sangat menarik. Karena dengan menulis dapat mengembangkan apa yang ada dipikiran kita, menulis merupakan sebuah skill yang dikasih yang mesti dimanfaatkan. Menulis sebuah kesibukan yang unik.

Awal-awal gue mau nulis sebenarnya baru-baru aja muncul, rada telat sih sebenarnya. Tapi, menulis seakan-akan sudah menjadi hal yang sangat mengasyikkan selama ini. Memang, banyak orang yang protes sama tulisan-tulisan gue. Maklum, gue suka nulis seenaknya, gak merhatiin tata bahasa sampai EYD. Awal menulis, sebenarnya sangat berat karena sebelumnya gue gak biasa nulis (membuat tulisan…lo kira gue gak bisa nulis ya ??? enak aja …).

Kita bisa karena biasa. Gue mulai biasakan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup gue untuk gue tulis, walaupun rada-rada kaya cewek sih yang suka nulis diary (apaan ntuh diary ?? Penyakit kan itu mah ??). Menulis menjadi sebuah pemantapan akan sebuah ide dalam pikiran gue selama ini.

Mau dibawa kemana ? Ya, mau dibawa kemana. Proses gue tertarik dengan menulis sebenarnya dari sukanya gue baca-baca buku (islami, politik, koran, berita, dll) namun satu alas an yang buat tulisan gue kaga lucu  ialah gue kaga suka baca komik, gue lebih suka baca buku 25 Nabi versi bergambar punya adik gue. Gue juga suka menuliskan sebuah konsep yang aja gue dapatkan, seperti halnya tulisan ini. Gue gak pernah duga, gue malah punya visi hidup buat jadi seorang penulis yang produktif dan inspiratif.

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya     ~Imam Ali R.A.~

Menulis adalah sebuah implementasi kita akan sebuah ilmu ataupun informasi yang baru kita dapat. Inilah sedikit banyaknya mengapa gue milih jalan mau jadi penulis.

Ketika kita sudah mau kemauan untuk menulis, langsung aja tulis !!!!

Namun, tulisan yang seperti apa sih yang mesti dikembangkan.

Kalo gue sebenarnya tertarik menulis dari gue senang ikut kajian Islam dan sering baca-baca mengenai seputar islam, jadi kalo gue sebenarnya punya haluan motto sendiri dalam menulis.

Menulis Untuk Dakwah          ~A’a Jim~

“Hendaklah ada segolongan umat diantara kalian yang menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah pada yang munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran 104)

Menulis merupakan suatu aktifitas. Karna sebuah aktifitas, maka dari itu gue merasa rugi kalo aktifitas gue gak dapat pahala. Menulis menjadi ajang pahala bagi gue. Bahkan gue punya cerita menarik berkat sebuah tulisan…Mau denger ?????? …..Ok ok ok….sabar yeee…

“hidihhhh…gee r lu….siapa yang mau denger cerita lu ? gak mutu banget dah ?”, singkap pria bergigi hitam di ujung lapangan.

Ini berawal dari Ramadhan tahun lalu, saat itu gue pergi ke sebuah toko buku Islami di Kay* Tang*( penulis ngawur…..orang-orang udah pada tahu ntuh alamat, dasar penulis aneh)

…tuh kan…belum apa-apaan udah ada yang protes, cerita aja gue belum…

Ramadhan tahun lalu, gue membeli dua buah buku Islami yang satu judulnya “Jangan Sadarin Cewek” karya Chio dan yang satunya lagi gue lupa(karna buku itu langsung gue hadiahkan kepada teman gue yang saat itu nambah umurnya). Gue sempat baca buku “Jangan Sadarin Cewek”, gue sebenarnya hamper muntah baca ntuh buku, untung gue cowok, andai saja gue cewek, behhh…..udah gue siapin orang sekampung buat bakar yang nulis nih cerita (lo???ko malah gue?)

Pada saat itu, gue ngasih dua teman gue sekelas saat itu yang sedang berulangtahun. Kedigdayaan buku tadi gue bungkus aja dan tanpa pikir panjang gue kasih ke temen gue (kebetulan cewek). Saat itu kedua buku gue cuma dihargai sepiring nasi, ayam goreng tepung, dan softdrink-nya produk franchise-nya Amerika, K*C.   Haahhh….gak apa-apa lah…yang penting kata Aa’ Gym (bukan Aa’ Jim ya !!!) “Jadilah manusia yang bermental kaya yang senantiasa memberi, dan menjauhi mental miskin yang sukanya berharap dan meminta.”

Sebenarnya gue bukan pengen cerita masalah nasi, ayam, dan soft drink. Tapi, gue mendapat dampak yang luar biasa dari apa yang gue kasih…Sebenarnya sih..gue gak dapat apa-apa….Tapi satu, yang membuat membekas di pikiran saya sampai saat ini. Ternyata buku yang gue kasih itu dapat merubah seseorang….WOWOWOWWWWW!!!! Amazing !!!

Gue gak nyangka, buku yang bikin gue muntah tersebut malah nyadarin temen gue yang satu ini. Gue ingat sebelumnya dia itu seorang cewek yang doyan buka aurat, bicaranya artis dan tengek bengek kebanyakan remaja cewek saat ini yang katanya musti ‘gaul’, bahkan setahu gue dia pacaran dengan kaka kelas saat itu. Gue sih sebenarnya gak terlalu menahu dengan tuh anak…Gue secara spontan aja berpikir buat ngasih beliau hadiah buku tersebut…Setelah gue kasih ntuh buku, dia berubah (power rangers emangnya ?), dia berubah 180 derajat. Subhanallah….Dia memakai pakaian yang menutup aurat, dia masuk dan bergabung dengan KSI setempat (setempat ??? emangnya waktu berbuka ???), dia sekarang menjadi seorang muslimah yang total, dia aktif mengkaji islam (dari laporan temen gue yang ngenal dia) ….Alhamduliilah ….gue gak nyangka, niat awal gue cuma buat ngasih hadiah ke temen berupa buku ternyata malah menjadi sebuah dakwah yang merubah tata cara hidup yang lebih islami.

Nah……Pengalaman inilah yang menginspirasi gue buat terus menulis dan menulis. Tapi menulis yang seperti apa ? Dari sinilah semuanya terjawab. Gue yakin bahwa suara termerdu adalah suara yang menyampaikan kebenaran, dan tulisan terindah adalah tulisan yang menyampaikan kebenaran. Dari sinilah gue yakin, dengan menulis, aktifitas gue dalam berdakwah akan tetap berjalan bahkan sampai ruh meninggalkan raga ini.

Ini sedikit kisah yang membuat gue termotivasi buat menulis, menulis untuk dakwah. Bagaimana dengan kamu ?????

 

 

 

 

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on August 22, 2011, in Tulisan. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. mampir..mampir..makasih udah mampir ke warung bubur kacang ijo. Insya Allah nih blog ane link, jangan lupa link balik ya

  2. Syukran, bro. Sudah ane link alamat ente…Salam, satu jari dulu !!! Satu Rabb, satu ilahi, satu dien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: