Kekasih Tak Ter-Awang…

Kumencintaimu, meski pun taiada satu orangpun yang tahu

Kumencintaimu sedalam-dalam hatiku, meskipun engkau hanya kekasih tak ter awangku

Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku

Yang kucari selama ini dalam hidup

Buat kekasih yang tak ter awang

“Tak ter awang ??? Bahasa apaan lagi ntuh ??? Setau saya gak ada kata ntuh di kamus bahasa Indonesia. Anda ini, membuat saya kecewa. Saya gak mau tahu, anda harus ganti nih judul tulisan.”, teriak salah satu pembaca di ujung ruang kerja saya yang sudah dipensiunkan.

“Masya Allah….Anda lagi…anda lagi….Ya nulis siapa, hayooo??? Ya, terserah saya dong mau nulis apa kekk…Anda ini sebenarnya nge-fans ama saya atau benci kuadrat ama saya ?”, tanya sang Penulis.

“hihihihi…ah…jadi malu euykeee…eh…maaf, keceplosan….”, sungging beliau. (Apaan lagi tuh sungging ? Yang ad amah…singgung.)

 

____________BLEPZZZ______________________________________________________

(Hahaha… lagi-lagi menjiplak syair lagu punyanya orang. Gak pa pa. Piiling gue sih gak bakalan ada yang nuntut, kecuali si Pasha sama isengnya kaya kalian ngebaca tulisan jelek ini. Lagi pula, lagu tuh kan udah jadul plus kuno banget…Jadi gue yakin, Pasha akan ke bilang ke gue, “SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA, Najmi.”……

Tulisan ini teruntuk yang tidak diketahui….Karena kan masih mengawang…Jadi gue iseng aja nulis….Selamat…Menikmati…

__________________________________________________________________________

Kekasih tak ter awang…

Yah bilang aja gitu, soalnya sosoknya hingga kini emang misterius. Jangankan wajahnya, bahkan bayangannya pun tak terjangkau. Iihh jadi gemes! sebegitu gelapnya dan terlampau misterinya!

Kekasih tak ter awang…

Makanya gue bilang ke orang-orang tatkala ditanya tentang kekasih…. siapa bilang gue gak punya kekasih! Gue udah punya lagii…. kekasih tak ter awang malah.

Iya, bahkan gue dan dirinya udah dijodohkan. Bukan sembarang perjodohan. Yang menjodohkan adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Kuasa segala-galanya.

Kekasih tak ter awang….

Gue cuma tersenyum sinis sembari leng geleng geleng tatkala ngelihat yang lain tertipu dengan fatamorgana. Fatamorgana yang mereka katakan cinta…. Mereka berdandan seronok, menghiasi tubuhnya, melumasi bibirnya… demi satu hal…. ngedapetin kekasih semunya. Sementara disini gue terlampau  tenang, hati gue telah nyaman…. gue gak perlu ikut-ikutan dalam dandanan nyentrik mereka, gue gak perlu terjerembab mengarang rayuan-rayuan gombal… gak perlu banget! Karna gue telah memiliki loe…. kekasih tak ter awang gue….

Kekasih tak ter awang…..

Sebuah anugerah  indah yang telah dipersiapkan semenjak diri ini tercipta. Sebagaimana kelahiran, kematian, dan  rizki telah terpatrikan, maka kekasih pendamping pun telah tergariskan. Tinggal bagaimana azzam kita dalam menggapai garisan itu. Sang kekasih tak ter awang, pelengkap rusuk…. lebih dari itu…. dirinya pelengkap diri… sayap-sayap yang membawa raga melayang arungi samudera.

Kekasih tak ter awang….

Firman Allah telah gamblang terurai….. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik…. serta sebaliknya. Jadi, kekasih tak ter awang…. berjanjilah pada gue, loe mesti persiapkan diri…. jadilah kekasih tak ter awang yang cemerlang dengan  keshalihahannya…. sementara doakan diri gue ini juga bisa meniti mengimbangi diri loe. Gue gak ingin perjodohan kita yang telah terjalin malah membuahkan kebusukan. Cita gue, kita, sepasang merpati yang bersujud bersimpuh bersama ke hadiratNya. Dalam  peluk erat sayap-sayap kita mengangkasa menuju MardhatillahNya.

Kekasih tak ter awang….

Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Cinta kita pengennya cinta yang suci, yang tak mengabur oleh debu-debu dunia. Cinta kita sesejuk embun pagi, sehangat mentari, sedamai awan-awan membiru di cakrawala.

Kekasih tak ter awang….

Namun bila loe tanyakan ke gue, seberapa besar cinta gue ke loe. Maka maafkan gue… loe bukan cinta pertama gue. Maafkan sekali lagi, karena loe hanya gue jadikan yang kedua, malah bisa jadi yang ke tiga keempat, atau bahkan ke tujuhbelas.

Loe cemburu? Aaahh… Makan cemburu loe itu sayang !!! Karna loe gak pantas cemburu kepada cinta-cinta pertama gue. Telah terteguhkan cinta, telah tertambatkan sayang kepada Yang Maha Sayang, Kemudian  pada kekasih penyampai risalah agung, kemudian kepada jalan berduri perjuanganNya. Hingga bila satu ketika loe gue acuhkan tatkala beromansa dan bercumbu dengan cinta-cinta pertama…. jangan sekali-kali loe mengirikannya yaa. Janji yaaa…

Kekasih tak ter awang….

Gelap, rahasia, yang kadang terlampau mengejutkan. Sebagaimana cinta yang sempat berbuah fitnah dari Zulaikha yang mampu menjebloskan Yusuf dalam pekat penjara. Tahun berganti tahun kemudian, keajaiban cinta membuktikan bahwa jodoh tak bisa disangkal. Yusufpun mengulurkan tangan lembutnya kepada Zulaikha, sirnalah cerita lama.. cinta pun mekar bersemi.

Sulaiman menantang rivalnya Ratu Bulqis, sang Ratu kerajaan Saba. Perang bisa saja tumpah. Namun jodoh adalah rahasia. Singkat cerita terabadilah kedua namanya sebagai pasangan yang terberkahi. Kembali… cinta pun mekar bersemi.

Kekasih tak ter awang….

Begitu cantik….. begitu mempesona….

Namun sayang, sebegitu berartinya kah paras cantik sehingga diri loe menghabiskan waktu dan kocek loe untuk mencapainya? Loe rekonstruksi wajah loe, loe coreng dengan warna-warni palsu, loe robek-robek pakaian loe, loe genitkan ayunan langkah loe.

Loe tahu nggak sayang, bila begitu malah sesungguhnya loe sedang merusak sebuah kesempurnaan yang telah tercipta. Kecantikan hakiki tumbuh bukan dari pesona gincu dan perona pipi, namun dari sinar taqwa yang merekah cerah dari dalam jiwa.

Jadi hapus make up loe. Nggak perlu semua itu. Basuhlah dengan air wudhu…. poleslah dengan akhlak bermutu. Hingga decak kagum tetap membuat rona mukamu menunduk tawadhu…

Kekasih tak ter awang…..

Izinkan gue buka tabir kegelapan loe…. izinin yaaa…. sedikiittt ajaaa…. gak pa pa yaaa…

Brak!!

Loe tepis kasar.

Belum saatnya! Ucap loe tajam.

Cinta jangan ternoda. Hanya ikatan suci pernikahan yang berhak menjamahnya. Lanjutnya…

Tapi kan dikiiittt ajjaa, rayu gue.

Kagak bisa! Tegas loe. Setan berlalu lalang, jangan biarkan celah sempit jadi pintu gerbang yang lebar. Bukankah kita telah berjanji akan terus menjaganya. Suara loe menjadi getir.

Hehehe… gue juga tadi cuma bercanda kok. Iya deh…. gue janji gak bakalan nyoba-nyoba lagi…

Diam loe pekat…. dan loe menghilang lagi…. Tak sempat secuil pun gue gapai hadir loe…

Kekasih tak ter awang…..

Paras cantik bukan segala, harta melimpah tidaklah seberapa, keturunan mulia pun tidak utama. Mengikut sabda Rasulullah, maka agamalah…. maka taqwalah fokus semua. Jadi jangan loe kecewa bila loe gagal menemui tiga yang pertama dalam hidup gue. Namun, Ya Allah bila memang Engkau izinkan, maka biarkan hiasan taqwalah yang menjelma di diri…. dan sempurnalah dari segala kecacatan semu.

Kekasih tak ter awang…..

Maafkan gue, karena cinta kita bisa jadi takkan seindah lafal novel romeo dan juliet yang bertabur bunga. Nggak, gue ’cuma’ bercita membawakan semerbak cintanya Ali dan Fatimah yang sederhana namun menggetarkan dunia. Cinta kita bisa jadi tak seabadi bunga adelweis. Nggak, gue ’cuma’ bercita mengabadikan cinta kita seabadi dan seindah wangi bebungaan jannah.

Terlalu muluk. Diri kita terlampau nista tuk mencapainya. Tapi apa salah gue bila gue mencitakan bahagia?

Kekasih tak ter awang…..

Cinta kita akan bertabur darah. Darah perjuangan tuk menegakkan kalimatullah. Elok muka loe bakal tergurat dengan getir perjuangan. Mulus telapak kaki loe akan mengapal tergores-gores duri pedih juang. Namun di saat itu teruslah basahi bibir loe dengan pekik-pekik perjuangan, saat-saat seperti itu tetap fokuskan lensa mata loe menatap surga keabadian yang dijanjikan.

Kekasih tak ter awang…..

Suatu ketika bila sayap gue melemah mengepak

Hancur patah repih meringkuk

Maka dari sepenuh sisi gue, sokonglah kepakan itu, hingga walaupun dalam tertatih terseok, terbang kita terus melaju.

Percayalah… Allah senantiasa ada bersama kita… dalam suka bertahmidlah, dalam duka bertakbirlah. Zikir kita mengalun bersama semesta.

Kekasih tak ter awang……

Terpisah jarak dan waktu…. terpisah oleh tanda tanya tak menentu…. tapi yakin gue layaknya keyakinan akan terbitnya mentari esok pagi. Bahwa Allah tak pernah mengingkari janji. Hingga kedua kekasih tak ter awang menjelma jadi satu bahtera. Barakallahu lahum.

Kekasih tak ter awang……

Uraikan sajadah panjang loe….. dari bilik sebelah sini juga gue uraikan sajadah panjang gue… hingga di sebuah tempat entah dimana… bersama alunan nada-nada doa, kedua sajadah panjang kita tadi bersua menyatu.

(Teruntuk kekasih tak ter awang gue yang pasti saat ini sedang kege-eran dengan tulisan ’jambu’ gue)..hihihihihihihihi

Ohhh…Kekasih tak ter awang…..

Bersiaplah untuk hidup menderita bersama gue dengan tulisan serta kebiasaan-kebiasaan gue  dalam perjuangan gue. Karena gue bakalan ngecampakkin lu…Dan gue yakin lu gak bakalan rindu sama gue di dunia, tapi elu menunggu-nunggu ketika gue meninggal dengan khusyuknya dalam keadaan syahid.

Heheheheheheh….(Ini hanya bagian yang sayang untuk di buang)

Selasa, 13 September 2011.

Ketika waktu sudah mengawang, mata mulai berkunang-kunang, jantung tidak lagi berdetak kencang, karena semuanya sudah tenang. Dan tinggal ucapkan …SELAMAT BERJUANG tuk RAIH KEMULIAAN DAN KEMENANGAN…

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on September 13, 2011, in El Kisah Uniek, Karet Romantia and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: