Hukum Kekekalan Energi

By the way, tiba-tiba sorotan semua mata tertuju pada satu nama yang disebutkan di pengeras suara. Tanpa rasa malu, bahkan keterlalupercayadirian merangsek dan  merasuk dalam jiwa anak tersebut. Rambut serampangan, baju lusuh, muka berbau mistis kombinasi sangar, dan seribu alasan lainnya untuk menghina anak dekil ini. Hukum kekekalan energi berbicara disini. Dia salah satu anak yang aneh yang jarang muncul namun dianggap punya keunikan yang khas. Dia dikenal sebagai anak yang ajaib dan tak terduga keajaibannya. Tak disangka, namanya disebut diantara dua nama lainnya yang harus maju ke depan, tampil di depan khalayak ramai.

Anak tersebut maju ke depan ketika namanya disebutkan setelah dua nama sebelumnya. Tepuk tangan meriah sontak menghiasi aksinya di depan khalayak. Bingung…Tak bisa dibedakan, apakah ini tepuk tangan dukungan atau tepuk tangan ejekan ? Mana saya tahu… Dia naiki podium itu dengan muka seadanya dan bicara ala kadarnya. Namun dengan sedikit bumbu closing yang cukup menarik, sontak seluruh audience bertepuk tangan meriah setelah anak tersebut mengucapkan salam penutup. Sedangkan, sang anak hanya tersenyum. Tersenyum bingung, bingung dengan apa yang dilihat di depannnya saat itu. Tak berapa lama,hukum kekekalan energi kembali berbicara. Sang anak dipanggil wali kelasnya, kemudian dia mendapatkan instruksi untuk segera menghadap ke ruang BK.  Apa yang terjadi ? Ternyata, dia mendapatkan teguran karena saat dia maju ke depan untuk pidato, dia memakai sepatu yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah. Dia memakai sepatu dengan corak-corak silver yang memang dilarang di sekolah tersebut.

“Anu, bu…Sepatu saya kan basah. Lagipula, saya biasanya gak pulang. Jadi sekalian latihan basket sorenya, bu. Makanya saya pakai sepatu ini.” Dengan alibi memelas.

“Lain kali jangan diulangin ya, nak ? Kamu kan tadi maju ke depan.Itu jadi contoh bagi kawan-kawan.” Nasehat si ibu.

Hukum kekekalan energi berbicara, energi (ulah/perbuatan) anak tersebut membuahkan energi selanjutnya, yaitu dia harus maju ke depan khalayak(karena keunikannya,kelebihannya) hingga akhirnya dia di panggil ke BK(karena ulahnya yang memakai sepatu yang melanggar aturan sekolah).

……………………………………………………….

Berbicara hukum kekekalan energi, kayaknya kita perlu me-review kembali pelajaran fisika kita. Bunyi hukum kekekalan energi seperti apa ? Ya, seperti ini .

“Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.  Yang pernah di ucapkan salah seorang ahli fisika Inggris, James Prescott Joule.

Sebenarnya, guru besar kita tercinta, Muhammad SAW sendiri hampir 12 abad sebelum si Om Joule berucap mengenai hukum kekekalan energi sudah memberikan inspirasi yang luar biasa bagi kita bahwa seorang muslim harus mempercayai bahwa hanya Dzat Allah-lah yang kekal dan abadi. Dan bagaimana dengan refleksi dalam kehidupan ? Al Quran pun secara gamblang menjelaskan mengenai konsep hukum kekekalan energi. Bahwa sesungguhnya segala perkara yang dilakukan oleh manusia akan kembali kepada dirinya sendiri.

“Dan bahwa manusia hanya akan memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan. Kemudian akan diberi balasan yang paling sempurna.” (Q.S. An Najm 39-41)…hehehe…tanpa bermaksud mengambil nama dari penulis.

Berbicara tentang hukum kekekalan energi, sebenarnya ini emang berlaku dalam kehidupan nyata kita tiadak hanya pada benda saja seperti halnya konsep fisika miliknya Om Joule. Hukum kekekalan energi berucap bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Energi kalor dapat dikonversikan ke energi mekanik, kemudian mekanik bisa menciptakan energi lainnya, semisal energi listrik. Energi kimia yang masuk ke tubuh kita terimplementasi menjadi energi penyusun tubuh. Energi kinetik yang kita keluarkan menghasilkan energi lainnya. Dan seterusnya, energi hanya akan berubah, berpindah, dan akan selalu kekal sesuai dengan teori Hukum Kekekalan Energi. Bagaimana dengan kehidupan kita ? Ya, tidak lepas dari namanya konsep Kekekalan Energi. Maksudnya apa ?

Hukum ini juga berlaku dalam kehidupan manusia.

Aktivitas yang kita lakukan setiap hari merupakan perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Contohnya, saat kita makan, kita mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi yang kita gunakan untuk bergerak dan berpikir.

Energi yang kita berikan untuk perusahaan saat kita bekerja akan ditukar menjadi energi potensial yang kita dapatkan dari perusahaan (income).

Energi yang kita habiskan untuk menjadi seorang aktifis/ aktifis dakwah akan ditukar menjadi energi yang lainnya, yang mungkin bisa berupa kemuliaan dari Allah atau lainnya.

Akan tetapi, energi tersebut tidak akan berubah saat kita diam. Oleh karena itu, gunakanlah waktu yang kita miliki untuk bekerja dan berkarya.

Jangan hanya diam!

Setiap energi yang kita keluarkan baik berupa aktifitas ataupun gerak dari kita semuanya akan mengakumulasi dan berkumpul untuk di konversikan menjadi energi selanjutnya. Jadi, hanya orang yang diam saja yang tidak akan mendapatkan apa-apa dalam hidupnya.

Misalnya, seorang siswa yang sekarang menjadi pimpinan sebuah organisasi besar/lainnya, pasti sebelumnya telah menghabiskan energi-energi yang dia alami sebelum akhirnya dia menorehkan energi selanjutnya, yaitu sekarang dia menjadi pimpinan organisasi tersebut.

Ataupun kisah nyata dari penemu penicillin,Alexander Fleming dan mantan PM Inggris, Winston Churchill. Dimana kisah antara kedua tokoh ini dalam episode yang sama telah menjadi pemantap bahwa hanya dari seranting kayu yang disematkan ayah Fleming kepada seorang anak bangsawan yang hampir mati tenggelam ketika bermain di sungai, Winston Churchill. Siapa sangka ? Berkat seranting kayu, berkat pertolongan dari ayahnya Fleming, si Fleming kecil disekolahkan hingga lulus oleh ayahnya Winston Churchill sampai akhirnya Fleming berhasil menemukan penicillin. Ternyata tidak sampai disitu hukum kekekalan energi berbicara. Ketika Winston Churchill dewasa siapa sangka berkat penicillin penemuannya Fleming nyawa Churchill terselamatkan akibat perang, dan akhirnya Winston Churchill bisa menjadi seorang Perdana Menteri Inggris. Toh, bayangkan seandainya satu episode saja terlepas dari rangkaian kisah ini ! Mungkin, tidak ada namanya penicillin saat ini ataupun dalam tinta sejarah tidak pernah mencatat ada seorang Perdana Menteri Inggris yang bernama Winston Churchill. Ini semua, lagi-lagi hukum kekekalan energi yang berbicara bahwa setiap energi yang kita lakukan akan terkonversikan ke dalam bentuk energi lainnya.

Rasulullah pun selalu menggembleng para sahabatnya dengan mental baja dan selalu yakin dengan setiap usaha dan perjuangan di jalan Allah akan mendapatkan ganjaran kemuliaan baik di dunia maupun di jannahNya. Bahwa setiap energi (perjuangan) akan mendapat ganjaran yaitu kemuliaan dari Allah SWT.

Jadi, jangan pernah berhenti untuk mengeluarkan energi dalam hidup ini. Lecutkan energi dalam diri untuk menciptakan pembuncahan energi yang lebih dahsyat lagi.

Saya kembali teringat dengan salah satu kejadian nyata yang masih berhubungan dengan Hukum Kekekalan Energi.Yaitu, sebuah permainan yang pernah saya mainkan pada peserta LDK beberapa waktu yang lalu, Sedekah Game. Sebuah permainan yang menunjukkan bahwa apa-apa yang telah diberikan semuanya akan kembali dengan berbagai cara kepada kita asalnya, yang telah memberikan energi kepada yang lain. Itu sedikit pelajaran yang bisa diambil pada game tersebut. Apa yang kita berikan kepada orang lain sebenarnya itu telah menjadi tabungan energi bagi diri kita sendiri yang akhirnya akan kita dapatkan berupa konversi energi yang berbeda yang kita dapatkan dari orang lain pula atas apa yang telah kita lakukan.

Namun, bukan makna permainan dari game tersebut yang mengerumuni otak saya saat ini, melainkan betapa terbahak-bahaknya jiwa saya saat itu. Saya berhasil mengerjai/membodohi hampir 100 anak dengan  permainan bodoh saya (hihihi, maaf bercanda). Mereka dengan senang hati dan sumringah mengikuti arah-arahan gila saya. Melihat secercah kebahagiaan di raut muka anak-anak tersebut terperangkap dalam permainan saya, sudah cukup membuat hati saya tertawa terbahak-bahak.

“Tapi, yang penting. Ambil pelajaran dari game tsb, ya. Adek-adek !!! cup cup cup..Jangan nangis ya, kaka kerjain.”

………………………………………………………

Memang salah satu kekurangan saya yang paling tampak dari dulu dan tambah parah sampai sekarang adalah masih suka berbuat ‘semaunya’ dan seenaknya.

Jadi, ingat acara siang tadi di depan kelas X6 (eks, sekarang udah jadi ruang Agama) bersama anak-anak X6 tahun 09/10. Dalam forum, lagi-lagi ada-ada saja yang nyeletuk arahan dari saya (maklum, sampai saat ini saya masih dianggap kepala suku X6, hihihihihi..)

“Eh, Najmi nih. Makin tua, makin semaunya aja..”, celetuk seseorang ketika saya memberikan arahan kepada kawan yang lain.

Mohon maaf atas perbuatan saya yang sering semaunya dan seenaknya. Jangan lupa, bahwa setiap energi yang kita keluarkan akan menjadi tabungan energi bagi diri kita sendiri.

Jadi, tinggal energi yang seperti apa yang telah kita dan mau lakukan saat ini  ?

Apakah kita mengeluarkan energi karena Allah dengan balasan dari kebaikan dari Allah ? Atau mengeluarkan energi cuma-cuma dan hanya mendapat murka dari Allah ?

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on November 24, 2011, in El Kisah Uniek and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: