Tasyabbuh Tingkat Tinggi….(*Valentine Series)

Gedubrak……

“Papa kamu kerja di PLN ya ?”

“Kok…kamu tahu sichhh ???”

“Soalnya, papa kamu telah mendirikan tiang listrik di hatiku….”

Hedeh, bujug dah..Makin gombal aja remaja-remaji kita saat ini, menggombal bukan pada tempatnya lagi. Emang tidak salah lagi, kalo peran ‘gaya hidup’ yang terus disuntikkan kepada kawula telah sukses besar dalam membentuk generasi muda yang seperti ini (baca tuh dialog gombal diatas). Perilaku tasyabbuh alias ikut-ikutan alias meniru-niru kebiasaan dan budaya orang kafir. Ihh, hidihh cerem deh… Terlalu ‘latah’ memang, ketika orang kafir merayakan natal, eh kita malah ikut-ikutan dan ngasih ucapan selamat. Ketika orang kafir tahun baruan, kita juga ikutan latah ngerayain sama niup terompet malam-malam. Hedeh, mau dibawa kemana muka Islam kita ?  Termasuk, isu yang ter’anget’ deket-deket bulan pink ‘called’ Februari. Ya, tidak lain tidak bukan Valentine Day. Hari yang katanya penuh dengan warna pink, penuh dengan kasih sayang dan biasanya tukeran hadiah coklat. Makin gila aje, ternyata perilaku tasyabbuh remaja-remaji kita malahan tambah edan. Valentine Day yang diperingati setiap tanggal 14 Februari itu sebenarnya apaan sih ?

Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?

Mau tahu ? Mau tahu ?

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Hari ‘Kasih Sayang’ yang dirayakan oleh orang-orang barat yang notabene bukan muslim begitu popular dan menggema di pelosok negeri ini. Bagaikan jamur disiang bolong (apaan ya ?), maksudnya bagaikan jamur di musim hujan, hampir di setiap penghujung bulan Januari serta diawal-awal bulan Februari para jargon-jargon alias budak ‘Valentine’ beraksi. Mulai dari promosi pernak-pernik serba pink di mall-mall, acara-acara n hiburan di berbagai tempat hiburan, hotel, ataupun café yang menawarkan perayaan Valentine. Makin gila lagi, televisi juga ikutan ngedukung propaganda ’perusakan aqidah remaja islam’ ini. Belum lagi, film-film serta hiburan yang semuanya menunjang banget dehhh buat perayaan Valentine yang sebenarnya banyak tidak diketahui oleh remaja-remaji Islam. Betul atau benar ?

SEJARAH VALENTINE:

Sebenarnya, gue punya banyak catatan sejarah dalam munculnya perayaan Valentine Day.

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri ‘terjun’ dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang karena bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 – 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’. Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ‘supercalis’  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ? Malu dong ah sama syahadat ?

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu. Oleh karena itu Islam melarang keras kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah SAW:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Dan tambahan ….

“VALENTINE” adalah nama seorang pendeta. Namanya Pedro St. Valentino. Dan pada tanggal 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol. Pendeta  ini mengumumkan bahwa hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’. Oleh karna itu, apabila ada remaja-remaji Islam yang ikutan latah ngerayain atau sekedar ngucapin selamat sama saja mereka telah merayakan kekalahan Islam, merayakan kematian umat Islam, merayakan kekafiran…Naudzubillahi mindzalik.. Sungguh terlalu lo !!!

Masih mau kah kita ikut-ikutan sesuatu yang gak jelas ? Sesuatu yang sebenarnya membawa kita dan menggiring kita ke lubang neraka jahannam level tak terhingga ? Ihhh…seremmm..

Makanya kita kudu mengkaji Islam betul-betul, gak sekedar latah ikut-ikutan. Apalagi sama sesuatu yang gak ‘sesuatu banget deh’ ama Islam termasuk budaya Valentine-an yang jauh bangetsss deh dari Islam.

“Gimana ….? Sepatu ?”                     (Sepatu=sepakat dan setuju)

“SEPATUUUU……”

*Sumber sejarah: dalam sebuah catatan ikhwan dari Malaysia yang saya lupa namanya.

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on January 13, 2012, in Karet Romantia, Tulisan, udahtaunanya. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: