Semuanya Baik-Baik Saja (Part II) Undercover Edition

LATAR : Mimbar hijau dengan langit gelap dan kosong tanpa jernihnya hari…(hikz hikz hikz, DASAR penulis sok Romantis !!!!!! Nangis darah gue,baca tulisan lo. Apalagi lo ngucapin nih kalimat ??)

“Sejak kapan perjalanan ini dimulai, wahai pemuda ?”, tanya seorang pria kulit putih dengan gigi hitamnya.

“Perjalanan ini di mulai saat saya meyakini, ketika semua yang saya lakukan akan baik-baik saja…”, gumam pemuda itu dengan penuh harapan.

“Ah, masa ? Memangnya anda yakin Allah memberikan semuanya baik-baik saja. Berarti anda melanggar ketentuan dari Allah ? kan Allah memberikan kesulitan dan ujian kepada setiap hambaNya, tapi mengapa anda bilang semunya baik-baik saja ? Jangan-jangan ….Anda adalah……”,  pungkas sang pria gigi hitam.

“Eitss…..Jangan su’udzan dulu……Maukah anda mendengarkan cerita saya terlebih dahulu ????”, tegas sang pemuda.

“Yahh….Baiklah, wahai pemuda. Saya akan mendengarkan cerita dan penjelasan darimu.”, sahut sang pria dengan gigi hitam…..

Tiba-tiba langit berubah menjadi hitam, tak berapa lama hujan pun mengguyur dan membasahi mimbar hijau. Latar pun berubah dalam waktu seketika. Sang pemuda dan pria dengan gigi hitam tiba-tiba ditelan buntalan angin hitam yang memenuhi hiruknya dan derasnya hujan saat itu…

(Mohon maaf ceritanya memang penuh dengan dramatisasi dan reboisasi, jadi harap dimaklumi)

BLEPZZZZZZ…Tiba-tiba sang pemuda dan pria bergigi hitam terduduk lesehan di lantai yang bersih dan di sekelilingnya banyak orang-orang yang juga sedang duduk. Mereka berdua bingung dengan apa yang terjadi.

“Wah….ada dimana kita sekarang wahai pemuda ?”, tukas pria dengan gigi hitam.

“Aduh….saya juga gak tahu nih wahai pria bergigi hitam….’aduh euyke atut beudzt’…Upsss, waduh keluar deh boroknya.”, tungkas sang pemuda.

“Weleh-weleh…Ternyata kamu bukan sembarang pemuda. Ternyata kamu pemuda dua alam..hihihihihihi…gak nyangka juga euyke bisa ketemu ama sesama…hihihihi”, sahut pria bergigi hitam sambil ketawa dengan keras.

“Woyyyy….Kalian berdua yang di ujung sana…Jangan bikin kegaduhan disini …Ini lagi mau shooting…Kalau mau nonton. Silahkan !!! Tapi yang tenang dan tertib..Ini acara sudah mau dimulai….”, teriak salah seorang pria paruh baya dengan tubuh tambunnya sambil memegang draft yang mungkin dikira pria bergigi hitam adalah bungkusan kacang (Apanya ???? kada lucu kam tuh melawak…penulis ai…)—

(Bagi  yang paham dengan maksud tulisan bercetak miring yang baru saja saya tulis itu memang disengaja menggunakan bahasa Banjar. Jadi buat pelanggan di luar daerah Banjarmasin dan sekitarnya, gak bisa menikmati kalimat tsb. Mohon maaf buat anak Jogja, Bandung, Malang, Jakarta, Palembang, dan saya lupa dimana saja kota teman pena saya, eh Garut dan Majalengka juga. Jalmi ngece euyyyy…Satarusna..”)

Setelah ditegur, sang pemuda dan pria bergigi hitam hanya bisa terdiam sambil menahan gelak tawa, karena mungkin inilah reuni paling indah duo banci(mantan ? atau masih ??) setelah lama tak berjumpa,  yang mencoba berjuang mencari kemuliaan kehidupan dunia wal akhirat..

“Satu…dua..tiga…take rolling …ready …ACTION”, tungkas sang pria paruh baya tersebut.

“Hihihihihihi…..hihihihi….masih ada aja ya zaman sekarang yang suka bikin-bikin kaya gini….”, ucap sang pemuda.

“hiihihihihihihi…betul…euyke cetuju beudzt ama qamue,,,,hihihi. Euyke gemesssss dehh.”, sahut pria bergigi hitam. (makin jelek aja ketawanya….giginya memberikan aura kejelekan)

“Masya Allah….cut…cut….Hey, kalian berdua. Bencong gadungan…Apa-apaan kalian ini ? Bikin gaduh aja, sekali lagi kalo mau nonton. Silahkan. Apabila sekali lagi kalian bikin gaduh. Siap-siap aja kami usir dengan paksa dan kami serahkan ke pak Polisi.“, ucap pria paruh baya.

Semua pandangan penonton tertuju kepada dua pria dan pemuda aneh ini….Semua menatap tajam mereka, mulai dari sutradara, kameraman, penonton, crew, bahkan pengisi acaranya.

“Adueehhh…Ampuen …Euyke gak bakalan ngulangin lagi dechhhh.“, sahut pria bergigi hitam.

“Innalillahi wa innalillahi ra’jiun….elu memang bencong asli, ya ? Kirain tadi cuma bercanda…. Sejak kapan elu kaya gini ? Bertobatlah, wahai pria bergigi hitam !!!”, tungkas sang pemuda.

“Woyyyyy…Enak aja …..gue pria tulen….“, jerumbab pria bergigi hitam.

“Ok. Kita mulai aja…..1…2…3…ready !!!! ACTION !!!! “, teriak pria paruh baya.

“Hussss…diam-diam…tuh acaranya mau mulai…..”, bisik sang pemuda pada pria bergigi hitam.

Semua perhatian focus pada acara…Kamera-kamera besar mengelilingi tempat shooting(studio)…Acara segera di mulai….

Jeng Jeng Jeng Jeng……….

”Selamat datang di acara ……..KICK UNDA, sebuah acara talk show yang menginspirasi bagi anda sekalian. Ambil lah secangkir teh atau kopi …Dan nikmatilah obrolan kami dalam acara KICK UNDA.”, bicara seorang pria berambut ikal yang menjadi MC acara tersebut.

“sstt….mau ngambil kopi/teh dimana nih kita ?”, gumam pria bergigi hitam.

“Waduhhh…jangan malu-maluin ah.. !!! Bang Unda tuh nyuruh pemirsa yang lagi nonton di rumah lewat TV. Kita mah….di studio…Weleh-weleh….Nyesek gue reunian sama lo !!!!“, balas sang pemuda.

………………………………………………………………………………………………………….

To be continue…………

Supaya seru, sambungannya gak bakal saya bikin…hihihi

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on January 27, 2012, in El Kisah Uniek, udahtaunanya. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: