Revolusi Kecil-Kecilan

REVOLUSI….

Sering dari kita mendengar kata ini, kata yang begitu familiar dan mendengung kencang apabila ini terdengar di telinga kita. Revolusi kerap kali berhubungan dengan perubahan politik, ekonomi, dan urusan besar lainnya dalam ketatanegaraan. Acap kali pula ketika kita mendengar revolusi, sontak seketika kata ini merupakan suatu yang wahhh dan besar. Bagi sebagian orang, revolusi suatu kata yang terlalu berat. Mengapa ? Karena paradigma kita selama ini yang kurang tepat dalam memahami revolusi. Ketika kita membuka buku pelajaran sejarah, kita mencari kata ‘revolusi’ di buku tersebut, dan tersedia lah jawaban Revolusi Industri (Eropa; Prancis dan Inggris). Ketika kita menonton berita ataupun memabaca berita internasional, kita juga familiar dengan revolusi besar-besaran yang terjadi negeri-negeri Timur Tengah. Paradigma kita terkungkung dengan pemahaman revolusi seperti ini. Coba cari aja apa arti kata revolusi itu secara sederhana ! Artinya ‘perubahan’ kan ? So, revolusi itu sederhana, namun bukan yang sepele. Revolusi itu kewajiban bagi kita setiap muslim, karena itu  kita wajib memperbaiki dan melakukan perubahan, minimal bagi diri kita sendiri.

“Today is better than yesterday and tomorrow will better than today.”

So, REVOLUSI itu wajib…. Make a revolution !!!

Toh, revolusi yang besar tak akan pernah terjadi tanpa adanya revolusi yang kecil yang berakumulasi yang menghasilkan kekuatan amat maha dahsyat.

“Mulai dari sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang…”(Aa Gym)

Banyak kok revolusi kecil dari diri kita yang bisa kita perbuat. Salah satunya menjadi pribadi yang tegas dan berani dalam bertindak ketika menemui jalan yang tak sesuai dengan tuntunan syara’.Hal-hal kecil itu apabila kita lakukan secara stimulus dan terus menerus maka itu akan terus membesar dan membesar dan membuat ledakan yang jauh lebih dahsyat layaknya reaksi inti pada atom (maaf nyinggung ke pelajaran Kimia), tuh bayangan aja atom yang kecil bisa bikin Hiroshima dan Nagasaki rata dengan tanah hanya karena ulah si atom yang kecil tersebut. Makanya, kita jangan pernah sama sekali menyia-nyiakan setiap deru langkah kita dalam melakukan revolusi. Revolusi besar takkan ada tanpa hadirnya revolusi kecil yang saling bersinergi.

Salah satu revolusi yang perlu kita perjuangkan saat ini adalah menyampaikan kebenaran secara terang-terangan. Maksudnya apa, ini hanya sekedar remedial dari sekian penyampaian yang sering diperdengarkan bahwa kita mesti bersikap tegas, kuat dan berani dalam berdakwah serta tetap sopan, santun, dan tenang dalam menyampaikan. Selain itu dari keberanian dan ketegasan itulah kan muncul benih-benih revolusi lainnya.

Revolusi Part 1: DAKWAH TERANG-TERANGAN *Bersikap tegas dan berani.

Ibn Ishaq berkata, “Orang-orang memeluk Islam secara bergelombang, baik laki-laki maupun wanita, sehingga berita tentang Islam tersebar luas di kota Makkah, dan Islam menjadi bahan pembicaraan. Setelah itu Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan Rasul-Nya menyampaikan Islam dan mengajak manusia secara terang-terangan, menampakkan perintah Allah kepada manusia, sekaligus mengajak mereka kepada-Nya…”

Ibn Ishaq berkata lagi. “Lalu Allah Swt. berfirman kepada Rasulullah saw:

]فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ[

Sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (QS al-Hijir [15]: 94).

Allah Swt. juga berfirman:

]وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ% وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ% فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ[

Berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS asy-Syu’ara [26]: 214-216).

Tatkala Rasulullah saw. memperlihatkan Islam secara terang-terangan kepada kaumnya dan menampakkan perintah Allah kepada mereka secara terbuka, saat itu orang-orang Quraisy tidak mengutuk beliau dan tidak memberikan reaksi, kecuali ketika suatu saat beliau menyebut-nyebut tuhan-tuhan mereka dan menghinanya. Tatkala beliau melakukan hal itu, seketika mereka menjadikan persoalan tersebut sebagai persoalan yang besar; mereka menentangnya.” (Ibn Hisyam, Sîrah an-Nabî, jld. I/274-276).

Pelajaran yang Dapat Dipetik

Pertama, dakwah Islam, maupun dakwah yang menyerukan ideologi tertentu atau mengajak manusia melakukan proses perubahan di tengah-tengah masyarakat  haruslah disampaikan secara terang-terangan, meskipun pada tahap awalnya diserukan secara sembunyi-sembunyi (rahasia).

Tahap dakwah secara terang-terangan adalah tahap yang harus dan wajib dilalui oleh para pengemban dakwah Islam, termasuk harakah dakwah Islam, apapun risikonya. Sebab, target dasar dari dakwah secara terang-terangan ini adalah membongkar berbagai persepsi batil, sistem hukum kufur/thâghût, adat-istiadat sesat, serta perasaan keliru dan telah mendarah daging di tengah masyarakat. Caranya adalah dengan membangun opini umum tentang Islam di tengah-tengah mereka. Dengan begitu, masyarakat akan sadar dan mengerti tentang kesesatan dan kekeliruan yang selama ini mereka praktikkan dan yakini. Pada gilirannya, mereka akan menyingkirkan semua itu seraya membangun persepsi, sistem, kebiasaan, dan perasaan baru yang berdasarkan Islam.

Kedua, firman Allah (QS al-Hijir [15]: 94) di atas menunjukkan perintah untuk menyampaikan Islam secara terang-terangan. Artinya, para pengemban dakwah maupun harakah dakwah Islam tidak bisa memperhalus atau menyembunyikan al-haq di hadapan masyarakat dengan tujuan untuk menghindari kebinasaan atau motivasi buruk lainnya. Sebab, kalimat berikutnya, wa a‘ridh ‘an al-musyrikîn bermakna, berpalinglah dari orang-orang yang memasang halangan/rintangan dalam penyampaian dakwah (tablig), dan jangan lagi mempedulikan mereka (al-Qasimi, Mukhtashar min Mahâsin at-Ta‘wîl, hlm. 267). Dengan kata lain, reaksi negatif masyarakat terhadap dakwah Islam tidak boleh menyurutkan langkah dakwah, apalagi menyimpulkan bahwa ‘isi’ dakwah Islam itu tidak sesuai sehingga perlu dikemas sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Ketiga, dari petikan sirah dakwah Rasulullah saw. di atas, ada fenomena menarik, yakni bahwa dakwah secara terang-terangan pada mulanya tidak terlalu diperhatikan oleh masyarakat kafir Quiraisy, karena mereka beranggapan, tidak ada sesuatu yang ‘membahayakan’ ideologi/keyakinan mereka; tidak mengorek-ngorek kedudukan para pemimpin mereka; tidak menggugat kemapanan sistem dan adat istiadat mereka. Namun, Rasulullah saw. kemudian menyampaikan firman Allah Swt.:

]إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ[

Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (berhala) adalah umpan Jahanam; kalian pasti masuk ke dalamnya. (QS al-Anbiya [21]: 98).

Ketika disampaikan ayat di atas, barulah orang-orang kafir Quraisy melakukan penentangan terhadap Rasulullah saw dan para sahabatnya serta dakwah Islam. Sejak saat itu orang-orang kafir mengetahui tujuan dakwah Rasulullah saw, yaitu melakukan perubahan di tengah-tengah masyarakat hingga Islam tegak sebagai sebuah institusi politik, hukum, dan kepemimpinan di dunia. Sejak saat itu pula dimulai pergulatan politik dan pertarungan pemikiran antara Islam dan kekufuran, antara yang haq dan yang batil.

Oleh karena itu, sekali memasuki dakwah secara terang-terangan (dawr al-I‘lan) dan memproklamirkan tentang tujuan-tujuan dakwah serta mengajak masyarakat melakukan perubahan fundamental, langkah dakwah tidak akan dan tidak boleh surut kembali ke belakang. Dakwah secara terang-terangan merupakan tahap dakwah yang paling berat, paling keras, paling menakutkan. Sebab, kebenaran dan kebatilan berhadap-hadapan secara frontal; tidak ada sesuatu yang bisa dikompromikan di antara keduanya. Ini adalah tahap interaksi dan perjuangan (marhalah at-tafâ‘ul wa al-kifâh). Kaum kafir mulai memerangi dakwah Islam dan para pengembannya dengan segala cara.

Sebagaimana dipahami, seluruh dunia saat ini, termasuk Dunia Islam, sedang berada dalam kungkungan ideologi, sistem, pemikiran, dan perasaan-perasaan kufur. Artinya, yang dihadapi oleh dakwah Islam dan para pengembannya saat ini adalah kekufuran yang bersifat global. Dengan demikian, amat keliru jika para pengemban dakwah menempatkan sistem kufur dan ideologi kufur pada skala sempit sehingga perjuangan dakwah pun hanya berada pada skala regional atau lokal. Sebab, kekufuran dan para penganutnya di seluruh dunia pun akan berhadap-hadapan dengan dakwah Islam dan para pengembannya sebagai kekuatan yang amat dahsyat. Namun,  semua itu bagi para pengemban dakwah bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan, bukanlah sesuatu yang layak memalingkannya dari kewajiban dakwahnya, atau yang menyebabkan bergesernya arah dakwah. Maju terus pantang mundur!

Ingatlah ! Setiap langkah kita adalah revolusi, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun. Buatlah perubahan pada lingkungan kita ! KITA-LAH YANG MENJADI WARNA, BUKAN KITA YANG DIWARNAI….

Lakukanlah revolusi kecil-kecilan itu…. Toh pengusaha sukses sejati terlahir dari perjuangan yangh terbawah dan memilukan.

Revolusi Part 1:

“Ketika kita melihat kemungkaran dan kemaksiatan apa yang mesti kita lakukan ? Perangilah ! Ketika kita punya tangan (kekuasaan) maka manfaatkanlah kekuasaan itu, ketika kita punya lisan maka sampaikanlah apa yang ma’ruf itu, ketika kita tak punya dua-duanya maka menjauhlah dan lawanlah dengan hati dan itulah selemah-lemah iman. Bersikap tegas dan berani dengan kemaksiatan itulah revolusi yang mesti kita lakukan. Jangan hanya fokus pada kemaksiatan yang besar ! Perhatikan diri dan lingkungan kita secara seksama ! Revolusi takkan lahir tanpa adanya introspeksi….”

SALAM SATU JARI….

About Najmi Wahyughifary

Make a better civilization

Posted on February 26, 2012, in Tulisan, udahtaunanya and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Mantapz ne blog, kpan2 berkunjung lgi deh..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: